Usai ITS, Mendikbud Tunjuk 4 Kampus Realisasikan Mobil Listrik

oleh -8 views
Mobil surya milik ITS.(kampus.okezone.com)
Arrief Ramdhani
Mobil surya milik ITS.(kampus.okezone.com)
Mobil surya milik ITS.(kampus.okezone.com)

SETELAH Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil membuat sebuah mobil listrik, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh memberikan kesempatan kepada empat kampus untuk membuat mobil listrik, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, UNS, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Indonesia (UI).

“Kawan-kawan di lima perguruan tinggi termasuk ITS diberi kesempatan dan kita berikan dukungan untuk merealisasikan ide-idenya. Alhamdulillahkawan-kawan ITS sudah berhasil dengan mobil listriknya yaitu, Ezzy ITS I dan Ezzy ITS II,” ujar Nuh, di FX Sudirman, Jakarta, Selasa (29/4/2014).

banner 728x90

Nuh menjelaskan, mahasiswa ITS ini tidak hanya mengembangkan dua mobil listrik saja, tapi mereka juga mengembangkan mobil surya yang sudah dilombakan di Australia. Mobil tersebut bisa bertahan hingga sekira 800 kilometer (km).

“Mobil surya yang memiliki box kecil itu merupakan hasil produksi asli yang untuk mengendalikan mesin,” ucapnya.

Selain itu, mobil ini akan diujicoba saat perjalanan Tour de Java Jakarta-Surabaya. Nah, setelah uji coba, nanti akan diketahui titik lemah mobil tersebut. Setelah itu, barulah desain akhirnya diserahkan kepada Kementerian Perindustrian untuk sama-sama ditawarkan dan bisa diproduksi secara massal.

“Jadi, nanti hasil uji coba yang dilaksanakan pada 2 Mei hingga 9 Mei 2014 ini setelah selesai kita evaluasi dan mudah-mudahan pada Juni 2014 kita sudah bisa mengetahui titik-titik apa saja yang harus kita perbaiki. Kemudian nanti kita sampaikan kepada Kementerian Perindustrian untuk sama-sama kita review kembali,” ungkapnya.

Nuh pun berharap keempat kampus tersebut seperti UGM Yogyakarta, UNS, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan UI sudah siap memamerkan mobil listrik mereka.

“Kemungkinan Insya Allah Agustus semuanya sudah bisa jalan. Untuk koordinasi dengan kementerian lain seperti Kementerian Perindustrian, kita sudah biasa melakukan koordinasi seperti itu, tapi masing-masing kita beri kesempatan dulu untuk membuktikan kemampuannya,” katanya.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.