UPI Sosialisasikan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri

oleh -3 views
Sosialisasi SNMPTN UPI
Arrief Ramdhani
sosialisasi SNMPTN UPI
Sosialisasi SNMPTN UPI

UNIVERSITAS Pendidikan Indonesia melakukan sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2014, kepada para kepala sekolah dan guru SMA/SMK/MA/MAK negeri dan swasta se-kota/kabupaten Cirebon, Indramayu,  Kuningan, dan Majalengka. Sabtu-Minggu (8-9/03/2014) di Hotel Bentani, Cirebon.

Tim yang dipimpin Direktur Akademik UPI Dr. H. Agus Taufik, M.Pd. dan Kepala Divisi Penerimaan Mahasiswa Baru UPI Dr. rer.nat. Asep Supriatna, M.Si ini menjelaskan mengenai hal penting dalam pelaksanaan SNMPTN 2014 serta tata cara pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Dijelaskan Dr. Asep Supriatna, bahwa SNMPTN merupakan pola seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik dengan menggunakan nilai rapor, hasil ujian nasional dan prestasi lainnya. Sementara Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) merupakan basis data yang berisikan rekam jejak sekolah dan prestasi akademik siswanya.

Sekolah yang berhak mengikutsertakan siswanya dalam SNMPTN adalah sekolah yang mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan yang mengisikan data prestasi siswa di PDSS.

“Sedangkan siswa yang berhak mengikuti seleksi adalah siswa yang memiliki rekam jejak prestasi akademik di PDSS, serta siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas terakhir yang mengikuti UN pada tahun 2013 atu 2014”, kata Asep.

Selama proses seleksi penerimaan mahasiswa baru, ia mengajak pihak sekolah untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai mekanisme seleksi penerimaan mahasiswa baru. Serta pihak sekolah membantu siswa untuk memberikan atau mengisi data pada PDSS yang benar.

Bidik Misi

Sejalan dengan program Pemerintah tentang Bidikmisi, peserta dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dan mempunyai prestasi akademik tinggi dapat mengikuti seleksi melalui SNMPTN dan jika diterima di PTN akan mendapatkan beasiswa selama masa studi normal.

“Bagi siswa pelamar bidik misi kami mohon pihak sekolah merekomendasikan siswanya yang benar-benar dikategorikan sebagai keluarga miskin. Oleh karena itu, datanya pun diharapkan sesuai dengan keadaan sebenarnya dari keluarga siswa tersebut”, ungkap Asep.

“Saat ini UPI mempunyai kuota bagi pelamar bidik misi sebanyak 1600, oleh karena itu, bagi siswa pelamar dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi maka segeralah melamar di program bidik misi”, kata Asep.

Dalam kesempatan tersebut, Asep menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap oknum penipuan yang menjanjikan bisa meloloskan peserta SNMPTN. “Jika ada orang yang menawarkan jasa untuk membantu proses kelolosan masuk perguruan tinggi harap abaikan saja”, tambah Asep.(berita.upi.edu)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.