Unpad Siap Terapkan KBK untuk Seluruh Program Studi

oleh -1 views
Arrief Ramdhani
Kampus Unpad menjadi yang terfavorit di antara PTN lainnya di SNMPTN 2014. (Foto: blog Unpad/rizakaselawordpress)
Kampus Unpad menjadi yang terfavorit di antara PTN lainnya di SNMPTN 2014. (Foto: blog Unpad/rizakaselawordpress)

UNPAD siap menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk seluruh fakultas dan program studi. Kesiapan ini tampak dari telah dibuatnya Rencana Program & Kegiatan Pembelajaran Semester (RKPS) oleh dosen pengampu setiap program studi. Namun, harus ada kesamaan paradigma antara dosen dengan guru besar dalam penyusunan RPKPS tersebut.

“Dengan diubahnya kurikulum semula dari Kurikulum Berbasis Isi (KBI) ke KBK, maka strategi pembelajaran dan tata cara penyusunan dokumennya pun berubah. Guru Besar harus mengetahui arah dan perubahan paradigma perubahan kurikulum tersebut,” ujar Ketua Lembaga Pengembangan, Pembelajaran, dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unpad, Prof. Dr. H. Sam’un Jaja Raharja, M.Si., di sela Pelatihan Applied Approach (AA) Batch II Angkatan XIV Khusus Guru Besar Tahun 2014, Selasa (3/06) di Ruang Linggarjati Hotel Horison, Bandung.

Prof. Sam’un menjelaskan, KBI lebih menekankan pada teaching center learning (TCL) dan tata cara penyusunan dokumen pembelajarannya juga mengacu pada Garis Besar Penyelenggaraan Pendidikan (GBPP). Sementara metode KBK lebih menekankan padastudent center learning (SCL) dan RPKPS.

“Untuk itu, pelatihan ini digelar guna menjembatani antara guru besar dengan asisten dan anggota team teaching. Untuk team teaching-nya sendiri sudah kita latih dalam menyususn RPKPS. Jangan sampai team teaching-nya sudan menyusun RPKPS, guru besarnya masih menyusun GBPP,” kata Prof. Sam’un.

Pelatihan yang digelar oleh LP3M Unpad ini diikuti oleh 25 guru besar dari tiap fakultas. Tujuannya untuk menciptakan harmonisasi antara dosen dengan guru besar di dalam penyusunan KBK di Unpad. Sehingga, masukan-masukan yang berkaitan dengan KBK mutlak diperlukan bukan hanya dari para dosen, namun juga dari para guru besar.

Adapun pelatihan Applied Approach (AA) sendiri menurut Prof. Sam’un berupa pelatihan yang diberikan kepada dosen untuk mendapatkan satu pengetahuan dan juga keterampilan pembelajaran, seperti bagaimana menyiapkan proses pembelajaran, pemahaman filsafat pendidikan, menyusun bahan kuliah, sampai bagaimana pembelajaran itu disampaikan dalam perkuliah.

Pelatihan ini digelar selama 2 hari, yakni pemberian materi pada Selasa (3/06) dan dilanjutkan dengan praktik pada Rabu (4/06). Ada perbedaan antara pelatihan AA untuk dosen pengampu dengan guru besar. Hal tersebut dikemukakan oleh Koordintaor Pusat Pengembangan Pembelajaran LP3M, Dr. Reiza D. Dienaputra, M.Hum.

“Pelatihan AA untuk guru besar kali ini difokuskan pada pemberian informasi berkaitan dengan KBK, termasuk Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT), pengenalan dan penyusunan RPKPS, serta kami juga memberikan materi tentang e-learning dan Sistem Informasi Akademik Terintegrasi (SIAT) di Unpad,” ujar Dr. Reiza.

Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan kesepahaman di antara guru besar dan dosen terkait KBK. Ke depan, para guru besar juga dapat menjadi akselerator sekaligus pelaku penerapan KBK pada tingkat fakultas dan program studi.

“Kita juga akan evaluasi dan menerima masukan dari para guru besar untuk pelatihan ini, kalau memberikan implikasi yang signifikan, akan kita lakukan pelatihan selanjutnya bagi para guru besar,” ujar dosen program studi Ilmu Sejarah FIB Unpad ini.(unpad.ac.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.