Unpad Berlakukan Kurikulum Baru 2016

oleh -3 views
Universitas Padjadjaran (okezone.com)
Arrief Ramdhani
Universitas Padjadjaran perguruan tinggi negeri (PTN) yang berstatus badan hukum (PTN BH) (okezone.com)
Universitas Padjadjaran perguruan tinggi negeri (PTN) yang berstatus badan hukum (PTN BH) (okezone.com)

UNPAD mempercepat masa studi S1 di semester 10 dari semula di semester 14. Itu artinya, masa studi S1 di Unpad dipercepat lima tahun dari semula tujuh tahun. Kebijakan tersebut diambil setelah Unpad mengevaluasi rata-rata lama studi mahasiswa berakhir pada semester 10.

“Terus terang, kebijakan ini kita ambil lebih dulu dari kebijakan yang akan ditetapkan oleh Dikti. Sebab sudah hampir lima tahun Unpad mengevaluasi rata-rata lama studi mahasiswa kita berahir di semester 10,” ujar Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kerjasama Unpad, Prof. Dr. H. Engkus Kuswarno, Minggu (3/8/2014), di Bandung.

Dikatakan, kebijakan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan kebijakan yang diberlakukan nasional. Namun masih sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen). Sedangkan untuk program magister atau S2 dan doktoral atau S3, Unpad masih akan menggunakan kurikulum lama. Sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) No 232 Tahun 2003 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi.

Berkenaan dengan kurikulum baru 2013, Engkus menjelaskan, Unpad tidak akan “saklek” memberlakukan kurikulum tersebut. Unpad justru akan mempelajari dan membahas ulang terlebih dahulu dengan cermat, menggelar lokakarya, baru kemudian mensosialisasikan kurikulum tersebut ke semua prodi. Kemungkinan besar Unpad akan memberlakukan kurikulum 2013 pada 2016 yang akan datang.

Itu artinya, lanjut Engkus, akan ada masa transisi yang akan diisi dengan berbagai pengkajian, pembahasan, dll tentang kurikulum tersebut. Sedangkan untuk kesiapannya, akan diserahkan kepada prodi masing-masing.

“Walau Unpad secara lembaga insha allah akan mulai memberlakukan kurikulum baru itu pada 2016 nanti, tetapi sekali lagi tidak saklek. Tidak serentak. Semua bergantung pada kesiapan prodi masing-masing,” demikian Engkus.

Pasalnya, kata Engkus, perubahan kurikulum tidak semata-mata menambah jumlah SKS (Satuan Kredit Semester) bagi mahasiswa tetapi juga akan berdampak pada banyak. Mulai dari penambahan sarana dan prasarana, jumlah dosen mengajar dan curahan waktu dosen, jumlah tenaga dosen, termasuk insentif dosen. Yang intinya, akan berdampak pada perubahan anggaran pendidikan tinggi di Indonesia termasuk di Unpad.

Menurutnya, untuk penambahan jumlah SKS di program doktoral, berlaku bagi publikasi ilmiah. Publikasi ilmiah pada jurnal lokal, nasional, maupun internasional yang terakreditasi, nantinya akan masuk dalam SKS sehingga jumlah SKS bertambah. Selama ini, kata Warek, Unpad sudah menghargai publikasi ilmiah para dosen tersebut dalam bentuk penghargaan insentif yang diberikan kepada dosen.

Dengan diberlakukannya kurkulum baru 2013, penghargaan itu nanti akan masuk pula dalam hitungan SKS yang telah diselesailan oleh mahasiswa. Contohnya tulisan atau karya ilmiah Usulan Penelitian (UPI), pada kurikulum lama tidak ditambahkan pada SKS. Walaupun jumlah SKS nya hanya 1. Tetapi pada kurikulum baru nanti, akan dimasukkan ke dalam SKS sehingga otomatis jumlah SKS akan bertambah.(pikiran-rakyat.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.