Universitas Padjadjaran Raih Penghargaan “Green Campus” dari Indonesia Green Awards 2014

oleh -17 views
Kampus Unpad
Arrief Ramdhani
Kampus Unpad menjadi yang terfavorit di antara PTN lainnya di SNMPTN 2014. (Foto: blog Unpad/rizakaselawordpress)
Kampus Unpad menjadi yang terfavorit di antara PTN lainnya di SNMPTN 2014. (Foto: blog Unpad/rizakaselawordpress)

UNPAD kembali menerima penghargaan sebagai “Green Campus” pada Indonesia Green Awards 2014 yang diinisasi oleh The La Tofi School of CSR dan didukung oleh Kementrian Kehutanan dan Kementrian Perindustrian. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unpad, Prof. Wawan Hermawan, menerima penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Perindustrian RI, MS Hidayat tersebut, di Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (18/06).

Kategori “Green Campus” disematkan kepada Unpad atas konsep tata ruang konservasi sumber daya air dan konservasi sampah di lingkungan Unpad Kampus Jatinangor. Untuk konsep konservasi sumber daya air diinisiasi oleh Fakultas Teknik Geologi (FTG), sementara konservasi sampah dilakukan oleh UPT Pengelolaan Lingkungan Kampus.

Dekan FTG Unpad, Prof. Dr. Hendarmawan, M.Sc., mengungkapkan, konservasi sumber daya air di lingkungan Unpad Jatinangor dan sekitarnya menggunakan teknologi isotop stabil air tanah dan air hujan. Penelitian ini diyakini akan menjawab masalah perubahan iklim yang dikaitkan dengan ketersediaan air di lingkungan Unpad Jatinangor.

Menurut Prof. Hendarmawan, teknologi ini bermanfaat untuk menyeimbangkan ketersediaan air khususnya di lingkungan Unpad. Teknologi ini mampu mencegah penurunan permukan tanah akibat berkurangnya ketersediaan air di dalamnya.

Bersama tim dari FTG dan 2 orang ahli dari BATAN, teknologi ini telah dikembangkan sejak 4 tahun lalu. Untuk tahun ini Prof. Hendarmawan menargetkan setiap gedung/fakultas di kampus Unpad punya cara konservasi tersendiri untuk menyeimbangkan tatanan airnya.

“Targetnya akhir tahun ini kita akan presentasikan di hadapan para dekan di setiap lingkungannya itu harus melakukan apa terkait sumber daya air. Nanti ada rekomendasinya,” kata Prof. Hendarmawan.

Pada intinya, dengan penggunaan teknologi ini, kampus akan ditata untuk menyeimbangkan sumber daya airnya. Di setiap lingkungan akan dilakukan pengkajian mengenai hal apa yang harus dilakukan untuk sebuah konservasi.

“Jadi nanti akan kita tentukan penanaman pohonnya dimana, pembangunan sumur injeksinya dimana, empangnya dimana, bioporinya dimana. Karena tidak semua lahan bisa dibangun semuanya,” tuturnya.

Prof. Hendarmawan menjelaskan, apabila kondisi air tanah di Unpad ini tidak dikonservasi dengan baik, dalam 5 tahun ke depan sumur-sumur yang ada akan mengering. Kondisi ini berkaitan pula dengan perubahan iklim yang tidak didukung dengan tatanan konservasi sumber daya air yang baik.

Diharapkan pada 2017 nanti, penelitian ini akan menghasilkan “master plan of ground water conservation”.Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya pun juga akan merangkul peneliti dari bisang studi lainnya.

“Harapan kita, suplai air di Unpad akan tetap terjaga,” harapnya.

IGA 2014 merupakan penghargaan  yang diberikan kepada para pihak yang mengupayakan pelestarian lingkungan, termasuk perusahaan yang melaksanakan tanggung jawab sosial dengan menerapkan prinsip ekonomi hijau.

Sebelumnya, Unpad menerima penghargaan serupa di tahun 2013 untuk kategori  Pelestari Sumber Daya Air. Penghargaan kategori ini diberikan atas keberhasilan FTG Unpad yang bekerja sama dengan PT. Aqua Golden Misissipi dalam pembangunan Waterpond, Sumur Resapan, dan Biopori di Kampung Cikurutug, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Sukabumi.

Ditemui di tempat terpisah, Ketua LPPM Unpad, Prof Wawan Hermawan, juga mengapresiasi capaian penghargaan yang diraih Unpad. “Kita akan support terus penelitian ini. Tahun ini juga sedang kita fasilitasi 6 proposal yang menjadi unggul untuk konsep eco-campus,” kata Prof. Wawan.(unpad.ac.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.