Universitas Muhammadiyah Bandung Akan Beri Keringanan Biaya Kuliah kepada 5.000 Mahasiswa Baru

Thursday 06 February 2020 , 7:34 AM

Universitas Muhammadiyah Bandung

UNIVERSITAS  Muhammadiyah Bandung akan memberikan keringanan biaya kuliah bagi 5.000 mahasiswa baru pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2020.

Sebanyak 5.000 mahasiswa baru tersebut cukup membayar iuran semester dan biaya pembangunan kampus 50% dari biaya seharusnya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung Suyatno mengatakan, keringanan biaya akan diberikan kepada mahasiswa baru yang berdomisili di Jawa Barat, dibuktikan dari keterangan dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Baik mahasiswa ekonomi tidak mampu maupun ekonomi mampu bisa mendapat keringanan biaya kuliah. Tak tanggung-tanggung, keringanan biaya kuliah diberikan hingga semester kedelapan.

“Keringanan biaya kuliah ini merupakan kontribusi Universitas Muhammadiyah Bandung dalam rangka meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan di Jabar,” kata Suyatno saat berkunjung ke Kantor Harian Umum Pikiran Rakyat, Rabu, 5 Februari 2020.

Mahasiswa baru bisa memilih 18 program studi pada empat fakultas di Universitas Muhammadiyah Bandung. Di Fakultas Sains Teknologi, program studi yang bisa dipilih, diantaranya Teknik Elektro, Teknik Industri, Informatika, Bioteknologi, Farmasi, Teknologi Pangan Halal.

Pada Fakultas Sosial Humaniora, program studi yang tersedia, yaitu Psikologi, Ilmu Komunikasi, Agribisnis, Administrasi Publik dan Kriya. Bagi mahasiswa baru yang tertarik belajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis bisa memilih program studi Akuntansi dan Manajemen. Sementara Fakultas Ilmu Keislaman menyediakan program studi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Islam untuk Anak Usia Dini, Ekonomi Syariah, Hukum Keluarga Islam, dan Komunikasi Penyiaran Islam.

Menyambut jumlah mahasiswa yang semakin banyak, Universitas Muhammadiyah Bandung pun mempersiapkan dosen yang berkualitas.

“Kami menambah dosen-dosen yang berpendidikan S3. Kami juga menyekolahkan dosen-dosen yang S2 untuk melanjutkan ke S3 di perguruan tinggi terbaik,” ujar Suyatno.

Empat tahun beridiri, jumlah dosen pun semakin bertambah. Ketika baru berdiri pada 2016, setiap program studi memiliki enam dosen, kini sudah lebih dari enam dosen. Jumlah dosen akan terus ditambah menyesuaikan dengan rasio antara jumlah dosen dan mahasiswa.

Kurikulum

Universitas Muhammadiyah Bandung mengusung visi menjadi universitas yang mengedepankan nilai islam, teknologi dan entrepreneur atau istilahnya islamic technopreneur university dalam proses perkuliahan.

Oleh karena itu, kurikulum yang dibuat pun menyesuaikan tiga nilak tersebut, yakni nilai Islam, Teknologi dan Entrepreneur.

“Ambil jurusan apapun, tiga pilar itu harus masuk. Tidak dibatasi jurusan agama hanya belajar agama saja,” ucap Suyatno.

Untuk menerapkan tiga nilai itu kepada mahasiswa, pihak universitas menyiapkan fasilitas gedung yang memadai untuk melakukan proses pendidikan dengan baik. Sejak 2019, gedung megah Universitas Muhammadiyah Bandung telah selesai dibangun di Jalan Soekarno Hatta.

Dengan kesiapan fasilitas, dosen dan kurikulum yang baik, Suyatno yakin bisa mencetak lulusan yang mampu menjadi entrepreneur handal. Dikatakan dia, pendirian Universitas Muhammadiyah di Jawa Barat merupakan hal yang didambakan para pimpinan Muhammadiyah.

Pasalnya, di daerah lain di luar Jabar, sudah berdiri Universitas Muhammadiyah. Tekad kuat dari para petingggi Muhammadiyah itu akhirnya terwujud dengan berdirinya Universitas Muhammadiyah Bandung pada 2016.

Dalam waktu dekat, dua sekolah tinggi milik Muhammadiyah akan bergabung dalam Universitas Muhammadiyah Bandung. Keduanya yaitu STIE Muhammadiyah Bandung dan Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Bandung.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.