Uni Eropa Lanjutkan Program Beasiswa untuk Jenjang Pendidikan Tinggi

Friday 09 August 2019 , 7:30 AM

Ilustrasi

UNI Eropa sepakat melanjutkan kerja sama di bidang pendidikan dengan negara-negara anggota ASEAN hingga 2024. Kerja sama tersebut berupa beasiswa di jenjang pendidikan tinggi, pertukaran mahasiswa dan pengembangan kompetensi tenaga pendidik.

Kuasa Usaha Ad Interim Misi Eropa untuk ASEAN Lucas Cibor menuturkan, sejak kerja sama tersebut terbentuk pada 2014, lebih dari 5.500 mahasiswa dan tenaga pendidik dari ASEAN mendapat bantuan dari Uni Eropa. Selain itu juga ada sekitar 3.000 mahasiswa dan tenaga pendidik yang saat ini masih belajar dan bekerja di ASEAN.

Menurut dia, Uni Eropa fokus menyoroti kerja sama di bidang pendidikan tinggi karena berdampak langsung pada kerja sama di bidang lainnya. Seperti bidang ekonomi dan pertanian yang akan bermanfaat besar bagi pembangunan berkelanjutan di kawasan ASEAN.

“Saya tidak bisa menyebutkan setiap orangnya mendapatkan berapa, tetapi dari 2014-2020 Uni Eropa sudah menyalurkan bantuan sebesar 200 juta euro untuk ASEAN. Kerja sama bilateral dengan negara-negara anggota ASEAN, setiap tahunnya mencapai 2 juta euro,” kata Lucas dalam peluncuran EU-ASEAN Blue Book 2019 di Sekretaritat ASEAN, Jakarta, Kamis 8 Agustus 2019.

Peluncuran tersebut sekaligus memperingati HUT ke-52 ASEAN dan 2nd ASEAN-EU Cooperation and Scholarships Day. Ia menyatakan, kerja sama di bidang pendidikan menceriminkan dalam dan luasnya perhatian Uni Eropa terhadap kondisi di ASEAN.

“Kerja sama lebih erat pada bidang yang kami anggap sama-sama penting dan bernilai juga diteruskan. Seperti bidang pangan, mengatasi perubahan iklim, atau pun meningkatkan perdagangan dan konektivitas. Saya yakin hubungan Uni Eropa-ASEAN semakin menguat di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Deputi Sekretaris Jenderal untuk Komunitas Sosial Budaya ASEAN H.E Kung Phoak mengatakan, kerberlanjutan kerja sama tersebut merupakan perwujudan kuat atas apa yang sudah dicapai saat ini. Menurut dia, bidang pendidikan tinggi menjadi contoh paling maju dan memiliki dampak besar terhadap kedua pihak.

“Integrasi regional menciptakan pembangunan yang baik. Blue Book 2019 menegaskan kembali kemitraan yang kuat antara Uni Eropa dan ASEAN dalam bidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi,” katanya.

Ia menuturkan, lebih dari 591 beasiswa telah diberikan melalui program European Union Support to Higher Education in the ASEAN Region (EU Share). Program tersebut melibatkan 42 universitas dari ASEAN dan 10 universitas dari Uni Eropa. Dalam forum kali ini, negara-negara anggota ASEAN juga menawarkan berbagai peluang beasiswa yang akan didanai swasta.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.