UN Ditunda, Sekolah Pompa Motivasi Siswa

oleh -5 views
kemdiknas.go.id
Arrief Ramdhani
kemdiknas.go.id
kemdiknas.go.id

PROVINSI Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu dari 11 provinsi yang mengalami penundaan Ujian Nasional (UN). Namun demikian, bagi beberapa sekolah di Kupang, hal ini menjadi semacam pemacu semangat bagi para siswa lebih menyiapkan dirinya baik secara fisik maupun mental.

SMAK Giavanni Kupang misalnya. Sejak minggu (14/04) siswa peserta UN sudah diinformasikan penundaan pelaksanaan UN melalui jejaring sosial Facebook milik sekolah. Pada Senin pagi (15/04), sebanyak 308 siswa dari jurusan IPA, IPS, dan Bahasa berkumpul di sekolah untuk mendapat pengarahan sekaligus motivasi dari Kepala Sekolah, Stefanus Mau.

Menurutnya, pada awalnya banyak siswa yang merasa kecewa dengan penundaan ini. Sekolahpun kemudian memberikan motivasi dan pengertian bahwa kejadian ini hendaklah dilihat dari sisi positifnya. “Ini adalah jalan Tuhan kepada kita untuk lebih menyiapkan diri sebaik mungkin. dan terus menjaga keseimbangan psikologis,” ujar Stefanus pada saat mengarahkan siswa-siswanya.

Sementara itu di SMAN 3 Kupang, siswa-siswanya bahkan merasa sangat menikmati penundaan ini karena mereka mempunyai lebih banyak waktu untuk lebih mempersiapkan diri. Menurut kepala sekolah Selfina S. Dethan, siswa-siswinya datang ke sekolah untuk mendapatkan informasi langsung mengenai penundaan. Selfina kemudian memotivasi mereka untuk lebih memantapkan persiapan dan diikuti dengan doa bersama.

“Seusai doa, mereka kumpul-kumpul dan berinisiatif untuk belajar bersama dengan teman-temannya,” ujar Selfina dengan senyum bahagia. Dirinya juga menambahkan bahwa banyak juga yang minta dibimbing tambahan oleh guru-gurunya untuk makin memantapkan persiapan mereka.

Selfina berharap ke 499 siswa-siswinya yang mengikuti UN dapat lulus dengan nilai yang memuaskan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ketika ditemui dikantornya (15/04), Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTT, Klemens Meba, juga memandang positif penundaan ini karena ada keluangan waktu bagi para siswa untuk lebih mendalami materi belajarnya.

Klemens menghimbau agar para peserta terus percaya diri dan tidak terpengaruh oleh kunci jawaban yang tersebar di lapangan. “Akses internet dan pengaruh macam-macam jangan dipercaya. Percayalah hasil belajar sendiri dan juga jangan terbuai dari penundaan ini. Teruslah membangun semangat belajar,” harapnya.(kemdiknas.go.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.