UN Daring di Bandung Tanpa Kendala

oleh -6 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
UN Online Ilustrasi
Ilustrasi

 

SEBANYAK 240 siswa SMK Negeri 3 Bandung mengikuti Ujian Nasional (UN) berbasis Komputer, Senin (13/4/2015). Tak semua sekolah menggelar UN secara daring.
Dalam ujian kali ini pihak sekolah membagi dalam tiga jadwal. Untuk jadwal pertama dimulai pukul 07.30, jadwal kedua pukul 09.30, dan jadwal ketiga pukul 14.00.

banner 728x90

Di Kota Bandung, UN berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) digelar di tiga sekolah, yaitu SMKN 1 Bandung, SMKN 3 Bandung dan SMKN 13 Bandung.

Kepala SMKN 3 Bandung, Iwa Wiswara Syamsu menyatakan, jumlah peserta UN berbasis komputer di sekolahnya mencapai 710 orang. Dia mengklaim jumlah itu terbanyak se-Indonesia.

“Dari sisi pelaksanaan ini lebih memudahkan. Sekolah kita Sumber Daya Manusia (SDM) juga sudah siap. Saya kira dengan cara seperti ini lebih efektif dan efisien dan juga tingkat kejujuran si anak mengerjakan soal saya kira ini lebih baik dibandingkan,” papar Iwa kepada wartawan saat ditemui di SMKN 3 Bandung, Jalan Solontongan, Senin (13/4/2015).

Disinggung mengenai kendala yang dihadapinya, dia mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala yang sangat berarti. Baik itu dari komputer, listrik dan beberapa hal yang mendukung dalam pelaksanaan UN CBT.

“Bagi yang belum siap sarana saya kira ini dana relatif yang tidak kecil, dan ujian seperti ini menyangkut SDM juga. Fasilitas sudah lengkap, ketika kami ditunjuk dan lolos verfikasi kami tinggal melengkapi sarana yang tidak memberatkan bagi kami,” tambah Iwa.

Dia berharap, pelaksanaan UN CBT bisa berjalan dengan baik dan tidak ada kendala yang berarti. Dia pun mengharapkan seluruh siswa SMKN 3 Bandung lulus 100 persen.

“Ini harapan kita semua, semoga semuanya lancar dan hasilnyapun memuaskan,” pungkasnya.

Ditemui seusai melaksanakan UN, salah satu siswa SMKN 3 Bandung, Resy Yasunza (17) mengatakan, ujian di hari pertama ini berjalan dengan lancar. Meski begitu, dia merasa waktunya cukup singkat. Dia menilai, seluruh siswa belum terbiasa menjawab soal ujian menggunakan sistem komputer.

“Kita kan belum terbiasa mengerjakan soal menggunakan komputer, jadi barusan kita menjawabnya juga sedikit grogi. Tapi alhamdulillah saya jawab semua soalnya,” terangnya.

Meski begitu, siswa berkerudung ini menyatakan, ujian berbasis komputer ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan ujian seperti biasanya. “Kelebihannya UN CBT ini tidak sibuk melingkari, tapi langsung klik saja. Kekurangannya, waktunya sedikit dan belum terlalu siap,” katanya.

Hal senada diungkapkan siswa lainnya, Annisa (17). Menurut dia, dengan sistem ini, waktu yang diberikan benar-benar tepat dan tidak ada toleransi ketika kehabisan waktu.

“Kekurangannya hanya durasi aja, kan kita harus tepat waktu. Beda kalau kita mengerjakan pakai lembaran masih bisa diberikan toleransi waktu meskipun sedikit. Kalau menggunakan komputer, kalau waktunya sudah habis otomatis log out,” ujar siswi Jurusan Multimedia ini.(inilahkoran.com)