UN bukan satu-satunya penentu kelulusan

oleh -2 views
Ilustrasi (lensaindonesia.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (lensaindonesia.com)
Ilustrasi (lensaindonesia.com)

KEPALA BP SDM, Kebudayaan, dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemdikbud, Syawal Gultom, menegaskan, Ujian Nasional (UN) bukan satu-satunya penentu kelulusan bila Kurikulum 2013 sudah diterapkan pada semua kelas (SD-SMP-SMA).
“Mungkin saja, UN berganti nama menjadi Ujian Kompetensi Pengetahuan atau Ujian Kompetensi Mutu, tapi kalau lulus UKP saja belum tentu bisa lulus sekolah,” katanya, setelah mencanangkan Sekolah Berbasis Standar Nasional Pendidikan (SB-SNP) di Universitas Negeri Malang, Rabu.

Dia menjelaskan penilaian kompetensi siswa dalam Kurikulum 2013 ada tiga kompetensi yakni sikap, ketrampilan, dan pengetahuan.

“Misalnya, siswa lulus Ujian Kompetensi Pengetahuan (UKP) yang dulu disebut UN, tapi dia belum tentu bisa lulus sekolah kalau dia tidak lulus Ujian Kompetensi Sikap (UKS) dan Ujian Kompetensi Keterampilan (UKK),” kata dia.

Bahkan kalau dia lulus UKP dan UKK pun masih bisa tidak lulus kalau UKS-nya tidak lulus.

Terkait Kurikulum 2013 (K-13) itu, UKP (dulu UN) akan memiliki dua fungsi yakni sebagai salah satu indikasi kompetensi/kelulusan siswa (bersama UKS dan UKK) dan juga sebagai “pemetaan” mutu sekolah dan mutu daerah.

“Diakui atau tidak, UKP yang bersifat nasional (hanya beberapa mata pelajaran) itu lebih objektif dibandingkan dengan penilaian dari ujian sekolah, sehingga pemerintah bisa memetakan mutu sekolah dan daerah secara objektif,” katanya.

Gultom juga menyampaikan rencana kementerian itu pada 2015 membuat indeks kelulusan siswa (indeks siswa), indeks kinerja guru (indeks guru), indeks efektivitas sekolah (indeks sekolah), indeks kepala sekolah, dan indeks pengawas.(antaranews.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.