UMY Raih Penghargaan Pelestari Energi Terbarukan

oleh -3 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

UNIVERSITAS Muhammadiyah Yogyakarta meraih penghargaan Indonesia Green Awards (IGA) 2013 dengan kategori Pelestari Energi Terbarukan karena dinilai mampu menjaga dan melestarikan energi terbarukan.
“Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta dan perguruan tinggi Muhammadiyah di Yogyakarta dan Indonesia yang meraih penghargaan tersebut,” kata Rektor UMY Bambang Cipto di Yogyakarta, Jumat (28/6/2013).

Menurut dia, penghargaan yang diraih UMY itu berdasarkan pada upaya universitas dalam menjaga dan melestarikan energi terbarukan. Energi terbarukan yang dilestarikan tersebut juga dimasukkan dalam kurikulum pendidikan di UMY.

“Sejak 2006, kami memiliki Pusat Studi Pengembangan Energi Regional (Pusper). Melalui Pusper, kami melakukan upaya melestarikan energi terbarukan,” katanya.

Namun, kata dia, upaya tersebut tidak hanya melalui Pusper, tetapi juga memasukkan pelestarian energi terbarukan itu ke dalam kurikulum pendidikan di UMY.

“Indonesia Green Awards 2013 merupakan penghargaan yang diberikan kepada para penjaga bumi yang dinobatkan oleh The La Tofi School of CSR bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan dan Kementerian Perindustrian,” katanya.

Wakil Rektor III UMY Sri Atmaja P Rosyidi mengatakan, UMY melakukan kegiatan pelestarian energi terbarukan, baik melalui pendidikan, penelitian maupun pengabdian masyarakat.

“Melalui Pusper, kami juga membantu pemerintah daerah (pemda), karena sudah saatnya kami berkontribusi mengatasi persoalan-persoalan di daerah,” katanya.

Menurut dia, pada tingkat daerah belum ada kelompok atau perkumpulan yang membahas secara serius atau membidangi masalah energi, khususnya energi terbarukan.

Oleh karena itu, UMY mencoba membantu pemda melalui pendekatan-pendekatan yang telah diprogramkan, seperti mencari potensi energi terbarukan, konservasi, hybrid, dan mengganti instalasi-instalasi energi yang boros energi dengan yang hemat energi.

“Melalui Pusper, kami juga mencoba memberikan masukan pada pemda untuk mengelola barang-barang yang bisa diolah menjadi sumber energi terbarukan. Kemudian kami juga membantu pemda membuat perencanaan atau ’master plan’ dalam penggunaan energinya,” katanya.

Selain itu, UMY juga melakukan konservasi dengan menyelamatkan pasokan-pasokan energi yang tidak bisa diperbarui dengan cara mengaudit dan melakukan penghematan.

Ia mengatakan, keberadaan Pusper dan upaya UMY dalam melestarikan energi terbarukan itu dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. UMY juga mencoba berkontribusi secara nyata agar masyarakat bisa memanfaatkannya secara langsung.

“Kami juga berupaya untuk menjadikan pelestarian energi terbarukan itu masuk ke dalam kurikulum pendidikan sejak dini, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA,” katanya.(edu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.