UMY Ajak Maba Hasilkan Energi Tebarukan

oleh -2 views
UMY Ajak Maba Hasilkan Energi Tebarukan (Ilustrasi : UMY)
Arrief Ramdhani
UMY Ajak Maba Hasilkan Energi Tebarukan (Ilustrasi : UMY)
UMY Ajak Maba Hasilkan Energi Tebarukan (Ilustrasi : UMY)

ENERGI terbarukan mutlak diperlukan untuk mengatasi krisis minyak dan gas bumi. Kesadaran untuk berinovasi tersebut yang harus terus dibangun dalam diri mahasiswa.
Untuk itu, Wakil Dekan Fakultas Teknik (UMY) Slamet Riyadi membawakan tema Reneweble Energy Technology dalam kuliah umum yang bekerja sama dengan Technische Universiteit Eindhoven Belanda. Di hadapan para mahasiswa, Slamet memaparkan, jika saat ini sudah banyak dilakukan riset yaitu tentang pemanfaatan biomass, biogas, dan solar sel sebagai energi terbarukan.

Biomass, lanjutnya, adalah produksi energi yang merujuk pada bahan biologi yang hidup atau mati untuk dijadikan bahan bakar atau untuk produksi industrial. Dengan menggunakan kotoran sapi, biomass dapat digunakan sebagai bahan bakar memasaka.

“Biogas merupakan pemanfaatan kotoran hewan sapi untuk dijadikan bahan bakar untuk keperluan rumah tangga, selain itu bisa juga menjadi pengganti gas untuk memasak. Sedangkan solar sel yaitu pemanfaatan cahaya matahari untuk mengalirkan listrik, sehingga bisa dimanfaatkan pada penggunaan lampu,“ kata Slamet, seperti disitat dari situs UMY, Sabtu (27/9/2014).

UMY, kata Slamet, sudah melakukan beberapa riset tentang Renewable Energy Tecnology, yaitu dengan adanya Energy House. Inovasi tersebut didirikan untuk membantu para dosen atau mahasiswa untuk melakukan penelitian. UMY pun sudah berhasil memanfaatkan serpihan kayu yang dimampatkan untuk dijadikan bahan bakar.

“Untuk ke depan kemungkinan kami akan memanfaatkan hasil riset-riset tersebut agar bisa diimplementasikan di kampus sendiri. Namun skalanya masih kecil, misalnya dipakai untuk keperluan tertentu seperti menyalakan lampu di beberapa titik dengan pemanfaatan solar sel, sehingga energi yang dipakai bisa lebih efisien dan tidak ada energi yang terbuang dengan sia-sia,“ jelasnya.

Slamet menyatakan, kuliah umum itu sengaja dikhususkan untuk mahasiswa baru. Sebagai bentuk bantuan adaptasi suasana perkuliahan yang jauh berbeda dengan saat SMA.

“Hal ini karena mengingat mereka baru saja merasakan transisi ke dunia perkuliahan. Maka dari itu dibutuhkan atmosfir baru bagi mereka agar bisa merasakan suasana akademik universitas. Selain itu kuliah umum ini juga untuk memberikan wawasan baru kepada mereka tentang Renewable Energy Tecnology,” imbuh Slamet.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.