Ujian Perdana “Computer Based Test” Berjalan Lancar

oleh -3 views
Logo SBMPTN
Arrief Ramdhani
Logo SBMPTN
Logo SBMPTN

UJIAN Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sistem computer based test (CBT) yang baru dilaksanakan pertama kali tahun ini berjalan cukup lancar. Di salah satu Panitia Lokal (Panlok) 50 Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), misalnya, 60 peserta CBT dapat menyelesaikan ujian tanpa kendala.

“Secara keseluruhan tidak ada kendala, apalagi pada komputer yang digunakan peserta,” kata teknisi lokal ITS, Nano Adi Saputra kepada Antara, Selasa (31/5/2016).

Namun, dia mengakui pelaksanaan CBT sempat tertunda 10 menit karena lokasi genset terendam banjir.

“Akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan listrik PLN pada sesi awal tes kemampuan dasar saintek,” ucap Nano.

Pada kesempatan sama, Rektor Universitas Airlangga (Unair), Prof Mohammad Nasih yang memantau ujian turut mengamini. Ujian berjalan lancar tanpa rintangan berarti. Peserta pun terpantau fokus pada soal masing-masing.

“Sepertinya soal memang dibuat acak. Tadi saya lihat tidak ada yang sama antara satu komputer dengan komputer lain sehingga kecurangan pun bisa dihindari,” tuturnya.

Selain ITS, ada lima perguruan tinggi negeri (PTN) lain yang mengadakan ujian SBMPTN di Panlok 50. Namun hanya tiga PTN yang ditunjuk menyelenggarakan ujian CBT, yaitu ITS, Universitas Airlangga, dan Universitas Negeri Surabaya. Kuota CBT keseluruhan adalah 280 kursi, yakni di Unair 160, ITS 60 dan Universitas Negeri Surabaya 60.

Tak hanya itu, di Panlok 14 Medan, pelaksanaan CBT juga berjalan tanpa halangan walau PLN setempat sedang mengadakan pemadaman listrik bergilir. Sebagai antisipasi, genset tetap disiapkan oleh panitia lokal.

“Kita tidak ingin kegiatan ujian SMBPTN terganggu hanya gara-gara pemadaman listrik bergilir di Kota Medan,” ujar Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Runtung Sitepu usai meninjau pelaksanaan SBMPTN di Medan, Selasa (31/5/2016).

Untuk kuota CBT, Runtung menjelaskan, USU yang tergabung dalam Panlok 14 hanya diberi jatah 80 kursi CBT dari panitia SBMPTN pusat.

“Memang rata-rata peserta SBMPTN CBT di setiap PTN di tanah air hanya mendapat jatah 160 hingga 200 orang dan tidak boleh lebih,” ujarnya.

Meski begitu, ia memprediksikan tahun depan peserta CBT akan bertambah karena dianggap menawarkan kemudahan sistem. Hal sama juga diungkapkan anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, saat meninjau pelaksanaan SBMPTN di Medan.

“Ujian secara CBT itu jauh berbeda dengan tertulis menggunakan kertas yang terlalu merepotkan bagi peserta SBMPTN,” ujarnya.

Karena itu, menurut Sofyan, sudah sewajarnya ujian SBMPTN diganti secara perlahan menggunakan CBT.

“Kalau saat ini peserta ujian SBMPTN yang menggunakan CBT itu hanya berjumlah puluhan orang, dan tahun depan bisa mencapai ratusan orang, serta makin bertambah setiap tahunnya,” katanya.

Berdasarkan informasi terkini dari panitia SBMPTN pusat, jumlah peserta SBMPTN tahun ini mencapai 721.314 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.520 peserta melaksanakan ujian dengan sistem CBT.(edukasi.kompas.com)