UI Mendapat Dana Hibah Rp 180 Juta

oleh -2 views
Universitas Indonesia
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

PROGRAM Studi Kajian Wilayah Eropa (PKWE) Universitas Indonesia memenangi Grant International Visegrad Fund.

Dengan pencapaian tersebut, UI menjadi yang pertama dan satu-satunya yang menyelenggarakan kerja sama dengan beberapa negara Eropa Tengah yang tergabung dalam The Visegrad (Ceska, Hungaria, Polandia dan Slovakia).

Sebab selama bertahun-tahun, Indonesia belum pernah memiliki hubungan dengan negara The Visegrad di bidang pendidikan.

Dalam ajang International Visegrad Fund tersebut, PKWE UI memperoleh dana hibah pendidikan sejumlah 14.000 euro atau sekitar Rp 180 juta yang dimanfaatkan untuk menyelenggarakan kuliah umum yang terbuka bagi mahasiswa dan masyarakat setiap hari Selasa di Kampus UI Salemba dengan mendatangkan dosen tamu yaitu para duta besar, diplomat senior maupun menteri dari empat negara yang tergabung dalam The Visegrad.

Selain itu, pada semester ganjil (dimulai pada September 2013) akan dibuka mata kuliah baru di PKWE UI dengan judul Visegrá d Countries: People, State, and Politics yang diajarkan oleh 50 persen pengajar UI dan 50 persen dosen tamu.

Menurut Ketua PKWE UI Dr.Polit.Sc Henny Saptatia di Jakarta, Rabu (15/5/2013), perolehan hibah dari Visegrad Fund merupakan suatu kebanggaan tersendiri karena Indonesia melalui UI menjadi negara penerima hibah pertama kali di luar negara non-Eropa.

Para duta besar negara The Visegrad juga sangat berbangga atas pencapaian UI tersebut karena merupakan titik awal terjalinnya kerja sama antar negara terutama di bidang pendidikan.

Pada Selasa kemarin, PKWE UI menggelar Minister Lecture oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Ceska (dulu Ceko) H.E Mr. Tomá Chalupa dengan topik kebijakan lingkungan hidup di Republik Ceska dan kaitannya sebagai anggota European Union (EU) di Gedung Pusat Administrasi Universitas, Kampus UI Depok.

Turut hadir dalam kuliah umum tersebut Duta Besar Republik Ceska untuk Indonesia H.E Mr. Tomá Smetá nka, Pj.Rektor UI Prof. Muhammad Anis, Ketua Prodi kajian Wilayah Eropa UI Program Pascasarjana Dr.Polit.Sc Henny Saptatia serta perwakilan dari Embassy Republik Ceska lainnya.

Dalam kuliah umumnya, Tomá Chalupa memaparkan mengenai bergabungnya Ceskake EU memberikan manfaat pada berbagai aspek diantaranya pendidikan, potensial export, regional policy dan paling utama dapat meredam munculnya perang.

Ceska beserta dengan 26 anggota negara EU lainnya juga bersatu padu memusatkan pemikiran pada isu-isu lingkungan hidup serta kondisi bumi saat ini.

Sebagai Menteri Lingkungan Hidup, Tomá Chalupa berfokus pada perlindungan alam, landscape, udara, sumber daya mineral, air bawah tanah dan air permukaan di negara Republik Ceska.

Menurutnya, regulasi terkait lingkungan hidup akan sia-sia jika tidak didukung dengan bantuan nyata antara masyarakat, pelaku bisnis serta opinion maker.

Selain itu, kebijakan lingkungan hidup harus mampu mengajak masyarakat untuk mau terlibat dan turun tangan langsung dalam menyelamatkan kesinambungan ingkungan sekitarnya.

Beberapa tindakan nyata sebagai upaya menjaga lingkungan hidup di negara Ceska diantaranya mengembangkan pendidikan lingkungan yang diperuntukkan bagi young generation, bekerja sama dengan NGO lingkungan hidup, promosi lingkungan dengan memanfaatkan public relations activities, mengusung penggunaan green vehicles, meyelenggarakan Film Festival Ekofilm serta mensertifikasi servis dan produk yang environmentally friendly dan menerapkan konsep Urban Planning terintegrasi (integrated city) di mana tidak hanya mengatur tata letak berdasarkan keindahan melainkan mengatur perumahan, industri dan alam dapat bersatu padu tanpa saling merusak satu dengan lainnya.(edukasi.kompas.com)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.