UGM Kembangkan Batik Hostologi

Saturday 28 June 2014 , 6:27 AM
Batik

Batik

TIM mahasiswa Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada membuat dan mengembangkan motif batik histologi atau gambar jaringan tubuh makhluk hidup yang diberi nama “Kumahargyan Batik”.

“Kami memilih gambar jaringan tubuh makhluk hidup, karena memang belum ada yang memakainya sebagai motif batik. Selain itu, jaringan tubuh memiliki bentuk yang bagus, sehingga cocok dituangkan menjadi motif batik,” kata koordinator tim Nisa Karima di Yogyakarta, Jumat kemarin.

Menurut dia, ide awal pembuatan batik bermotif jaringan tubuh itu bermula ketika mempelajari histologi pada semester awal perkuliahan. Dosen menjelaskan tentang berbagai struktur jaringan tubuh, salah satunya alat penyaring darah di ginjal atau ginjal glumerulus.

“Waktu itu dijelaskan struktur ginjal glumerulus dan bentuknya memang indah, dan beliau berkata struktur ginjal tersebut bagus kalau misalnya dituangkan menjadi motif batik. Dari pengalaman itu kami mulai pembuatan kreasi batik histologi,” katanya.

Ia mengatakan saat ini “Kumahargyan Batik” diproduksi dalam dua desain yakni motif muskuloskeletal dan motif fertilisasi-implantasi dengan berbagai warna.

Motif muskuloskeletal menggambarkan sistem pergerakan otot, rangka, dan tulang, sedangkan motif fertilisasi-implantasi merefleksikan proses pembuahan dan penempelan janin dalam dinding rahim.

Menurut dia, “Kumahargyan Batik” dibuat dengan berbagai warna yang berbeda. Untuk motif muskuloskeletal tersedia dalam lima warna yakni ungu akuatik, ungu putih, biru merah, hijau akuatik, dan orange pink, sedangkan motif fertilisasi-implantasi dibuat dua warna yakni gradasi merah dan gradasi coklat hijau.

“Sebetulnya ada lima desain yang kami rencanakan, tetapi setelah survei ke teman-teman dua motif tadi yang paling banyak disuka. Bersumber gambar atlas histologi, kami gambar ulang dan kreasikan dua jaringan tersebut dalam motif batik,” katanya.

Ia mengatakan selain motif yang unik dan orisinal, “Kumahargyan Batik” juga menjadi media pendidikan bagi masyarakat untuk lebih mengenal jaringan tubuh.

Setiap pembelian “Kumahargyan Batik” konsumen bisa mendapatkan informasi mengenai arti pola histologi, perannya dalam menjalankan fungsi kehidupan, tips kesehatan, dan penyakit yang terkait dengan jaringan tubuh tersebut.

“Jadi, dalam kemasan batik kami sertakan informasi terkait arti pola histologi dan informasi kesehatan lainnya. Kami berharap melalui batik ini bisa memberikan pendidikan kesehatan pada masyarakat,” katanya.

Anggota tim tersebut adalah Amalia Rani Setyawati, Suci Ardini Widyaningsih, Nurulita Ainun Alma, dan Hilda Dwi Mahardiani.(republika.co.id)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.