Ubah Limbah Sampah Jadi Kreasi Bermanfaat

Tuesday 24 February 2015 , 14:26 PM
Ubah Limbah Sampah Jadi Kreasi Bermanfaat.(prioritaspendidikan.org)

Ubah Limbah Sampah Jadi Kreasi Bermanfaat.(prioritaspendidikan.org)

SAAT memasuki halaman sekolah mitra USAID PRIORITAS SDN 183 Balla Bittuang, tak seorang akan menemukan sampah berserakan. Pihak sekolah yang didukung orang tua siswa memang sudah menerapkan peraturan bahwa siswa harus menjaga dan bertanggung jawab atas kebersihan sekolah. Siswa dan guru mencari cara untuk memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang positif.  Salah satunya, menjadikan sampah kertas menjadi  media pendukung pembelajaran yang bermanfaat. “Dorongan untuk berinovasi seperti ini terinsipirasi dari pelatihan PAKEM USAID PRIORITAS,” ujar Guru SDN 183 Balla Bittuang, Boas Tigor.

Ketika memasuki ruang kelas VI, kita akan menemukan pajangan karya siswa dari limbah kertas tersebut. Di antaranya, model-model sandal jepit dari kertas, box file, tempat tisu, tempat ATK, bingkai foto, serta lukisan dan huruf-huruf indah.

Guru bersama siswa menggunakan internet untuk mencari referensi membuat limbah kertas menjadi karya yang bermanfaat. Peralatan dan bahan yang dibutuhkan disediakan pihak sekolah.

Mula-mula kertas koran, karton, dan kertas lainnya direndam hingga menjadi seperti bubur. Setelah itu bahan-bahan tersebut diaduk dengan lem dan dimasukkan dalam cetakan, lalu dikeringkan selama dua hari hingga benar-benar padat. Cetakan ini terbuat dari tripleks ukuran 40 x 30 cm dengan tinggi 30 cm.

Pada hari kedua, hasil cetakan yang sudah padat tersebut dimodifikasi sesuai keinginan siswa. Modifikasi dilakukan dengan cara memotong-motong hasil cetakan kertas tersebut dengan pisau cutter. Menggunakan pisau besar tidak efektif karena bisa membuat hasil cetakan ketika dibentuk malah pecah.  “Dengan modal lem seharga 15 ribu rupiah, anak-anak bisa menghasilkan tempat ATK pembelajaran siswa, sandal jepit, bingkai-bingkai, dan kreasi menarik yang bermanfaat untuk pembelajaran aktif. Referensinya bisa kita lihat di internet,” ujar Herlina Sa’pangallo.

Lingkungan sekolah yang indah dan bersih dan kelas yang penuh pajangan karya siswa membuat para guru dan siswa menjadi nyaman belajar “Komitmen siswa dalam melestarikan lingkungan kami dukung dengan menyediakan berbagai sarana penunjang,” kata Kepala SDN 183 Balla Bittuang, Apdalina Nanna.

Kreativitas membuat bubur kertas menjadi bahan pajangan juga sudah diterapkan di beberapa sekolah lain di Toraja.  Misalnya, SMPN 3 Bittuang. “Sekolah-sekolah di Toraja mulai kreatif untuk memanfaatkan sampah dan bahan bahan yang bisa didaur ulang untuk menunjang pembelajaran,” ujar Bahar Makkutana, Koordinator Daerah USAID PRIORITAS Kabupaten Toraja.(prioritaspendidikan.com)

 

 

Comments are closed.