Insiden Tragis Kecelakaan Terburuk Nepal

Lusi Yulia Irfani

Penulis : Lusi Yulia Irfani
Editor : Asop Ahmad

0

0

Trending
1673960468618_1673960479

Pesawat Yeti Airlines

SIAPBELAJAR - Pesawat maskapai Nepal, Yeti Airlines jatuh di lereng bukit wilayah Pokhara pada Minggu (15/1), Yeti Airlines membawa penumpang sebanyak 72 orang. Dari 72 orang tersebut, 68 di antaranya tewas di tempat. 68 korban tersebut terdiri dari 37 orang Laki-laki, 25 perempuan, 3 anak-anak, dan 3 bayi.

Yeti Airlines terbang dari Kathmandu menuju Pokhara Di tengah perjalanan, pesawat menabrak tebing jurang yang terletak di antara bandara Lokal Pokhara dan bandara internasional baru pukul 11.00 waktu setempat. Otoritas Penerbangan Sipil Nepal menyebutkan bahwa pesawat itu sempat melakukan kontak dengan bandara Pokhara sekitar pukul 10.50 waktu setempat.

Operasi pencarian di dekat lokasi jatuhnya pesawat dihentikan sementara pada Minggu malam dan akan dilanjutkan pada Senin (16/1) waktu setempat.

Tayangan televisi lokal sebelumnya menunjukkan para petugas penyelamat melakukan pencarian di sekitar puing pesawat yang hancur. Beberapa bagian tanah di dekat lokasi jatuhnya pesawat terlihat hangus, dengan jilatan api sempat terlihat.

Otoritas Penerbangan Sipil Nepal menyebut pesawat itu sempat melakukan kontak dengan bandara Pokhara dari Seti George pada Minggu pagi, sekitar pukul 10.50 waktu setempat. "Kemudian pesawat jatuh," sebut Otoritas Penerbangan Sipil Nepal dalam pernyataannya.

Dikonfirmasi juga oleh Otoritas Penerbangan Sipil Nepal bahwa sedikitnya 68 orang telah dikonfirmasi tewas.

Tragedi Masa lampau 

Jatuhnya pesawat Yeti Airlines itu, menurut database Jaringan Keselamatan Penerbangan, merupakan kecelakaan udara paling mematikan di Nepal sejak tahun 1992 silam, atau dalam 30 tahun terakhir.

Diketahui bahwa tahun 1992 silam, sebuah pesawat penumpang jenis Airbus A300 milik maskapai Pakistan International Airlines jatuh ke lereng bukit saat terbang mendekati Kathmandu. Semua 167 orang yang ada di dalam pesawat itu tewas.

Dilaporkan juga bahwa nyaris 350 orang tewas sejak tahun 2000 dalam kecelakaan pesawat atau helikopter di wilayah Nepal yang menjadi lokasi bagi delapan dari total 14 gunung tertinggi di dunia termasuk Everest, di mana kondisi cuaca bisa berubah secara tiba-tiba yang memicu kondisi berbahaya. Uni Eropa melarang maskapai-maskapai Nepal mengudara di wilayah udaranya sejak tahun 2013, dengan alasan keamanan.

Penyebab jatuhnya pesawat penumpang milik Yeti Airlines itu belum diketahui secara jelas. Diketahui bahwa kondisi cuaca tergolong cerah saat insiden itu terjadi.

Menteri Keuangan Bishnu Paudel menuturkan bahwa pemerintah Nepal telah membentuk sebuah panel khusus untuk menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat itu. Panel khusus itu diharapkan telah memberikan laporannya dalam waktu 45 hari ke depan.

Badan penyelidik kecelakaan udara Prancis, BEA, telah menyatakan akan berpartisipasi dalam penyelidikan dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1673960468618_1673960479

Trending

Insiden Tragis Kecelakaan Terburuk Nepal

SIAPBELAJAR - Pesawat maskapai Nepal, Yeti Airlines jatuh di lereng bukit wilayah Pokhara pada Minggu (15/1), Yeti Airlines membawa penumpang sebanyak 72 orang. Dari 72 orang tersebut, 68 di antaranya
1660278601282_1660278621

Belajar

60 Siswa Nepal Mendapatkan Beasiswa Erasmus+ untuk Belajar di Eropa

SIAPBELAJAR.COM - Sebanyak 60 siswa Nepal akan melanjutkan pendidikan tinggi di Eropa pada tahun ini dengan beasiswa Erasmus+. Jumlahnya meningkat 22,4% dari tahun lalu ketika hanya sebanyak 49 sis