Waspada! Gangguan Ginjal Akut pada Anak Meningkat

Via Mua

Kontributor : Via Mua
Editor : Asop Ahmad

0

0

Trending
1666250577241_1666250594

Kemenkes meminta para orang tua untuk tidak panik, tetap tenang, namun selalu waspada

Siap Belajar - Sejak akhir Agustus 2022, Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menerima laporan peningkatan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/Acute Kidney Injury (AKI)  yang tajam pada anak, utamanya di bawah usia 5 tahun.

Seiring dengan peningkatan tersebut, Kemenkes meminta para orang tua untuk tidak panik, tetap tenang, namun selalu waspada, terutama ketika anaknya mengalami gejala yang mengarah kepada gagal ginjal akut, seperti ada diare, mual, muntah, demam selama 3-5 hari, batuk, pilek, sering mengantuk, serta jumlah air seni/air kecil semakin sedikit bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali.

“Ini sangat penting kepada seluruh masyarakat khususnya yang mempunyai anak di bawah umur 18 tahun, utamanya adalah anak balita, kalau terjadi penurunan frekuensi buang air kecil dan juga penurunan air kencingnya, bahkan sama sekali tidak keluar air kencingnya atau yang disebut anuria itu maka segera dilakukan pemeriksaan atau dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Juru Bicara Kemenkes Syahril, dalam keterangan persnya, Rabu (19/10).

Syahril juga meminta keluarga pasien untuk membawa atau menginformasikan obat yang dikonsumsi sebelumnya, dan menyampaikan riwayat penggunaan obat kepada tenaga kesehatan.

“Jadi kalau anak ini dibawa ke dokter atau rumah sakit, obat-obat yang diminum sebelumnya itu harus dibawa untuk menyampaikan riwayat pengobatan yang sudah dilakukan atau obat-obat yang telah diminum sebelumnya,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kewaspadaan dan dalam rangka pencegahan, Kemenkes juga sudah meminta tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair/sirup, sampai hasil penelusuran dan penelitian tuntas.

“Kementerian Kesehatan juga meminta seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk cair/sirup kepada masyarakat sampai hasil penelusuran dan penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dan BPOM [Badan Pengawas Obat dan Makanan] ini tuntas,” ujarnya.

Kemenkes juga mengimbau masyarakat agar dalam pengobatan anak untuk sementara waktu tidak mengonsumsi obat dalam bentuk cair/sirup tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

“Sebagai alternatif dapat menggunakan sediaan lain seperti tablet, kapsul, suppositoria [anal], atau lainnya,” ujarnya.

Sebagai langkah awal untuk menurunkan fatalitas AKI, ujar Syahril, Kemenkes melalui RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo telah membeli antidotum yang didatangkan langsung dari luar negeri.

Hingga 18 Oktober 2022, jumlah kasus gagal ginjal akut yang dilaporkan sebanyak 206 dari 20 provinsi. Angka kematian sebanyak 99 anak dengan angka kematian pasien yang dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo mencapai 65 persen.

Syahril menyampaikan, Kemenkes bersama BPOM, ahli epidemiologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), farmakolog, dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslatfor) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tengah melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dan faktor risiko yang menyebabkan gangguan ginjal akut.

“Dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap sisa sampel obat yang dikonsumsi oleh pasien, sementara ini ditemukan jejak senyawa yang berpotensi mengakibatkan gangguan ginjal akut atipikal ini. Saat ini, Kementerian Kesehatan dan BPOM masih terus menelusuri dan meneliti secara komprehensif termasuk kemungkinan faktor risiko yang lainnya,” ujarnya.

Syahril menyampaikan hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya bukti antara AKI dengan vaksin COVID-19.

”Dari hasil pemeriksaan, tidak ada bukti hubungan kejadian AKI dengan vaksin COVID-19 maupun infeksi COVID-19. Karena gangguan AKI pada umumnya menyerang anak usia kurang dari 6 tahun, sementara program vaksinasi belum menyasar anak usia 1-5 tahun,” tandasnya. ***

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1674097822271_1674097744

Share and Care

4 Manfaat Daun Pandan untuk Kesehatan

SIAPBELAJAR.COM - Di Indonesia, daun pandan seringkali dimanfaatkan sebagai pewarna dan pewangi alami untuk berbagai jenis masakan. Selain itu, daun pandan juga sering dimasukkan ke dalam infused
index_1673920167

Share and Care

Manfaat Jeruk Nipis Bagi Kesehatan dan Kecantikan

Manfaat Jeruk Nipis Bagi Kesehatan*Manfaat jeruk nipis sudah terbukti bagi tubuh. Baik untuk kesehatan maupun dalam hal kecantikan. Meskipun memiliki rasa yang asam, kandungan di dalam jeruk nipis mem
1673652663432_1673652540

Share and Care

5 Manfaat Bengkuang Bagi Kesehatan

SIAP BELAJAR.COM - Bengkoang merupakan salah satu tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia. Selain rasanya yang nikmat, buah ini juga kaya manfaat. Manfaat bengkoang ini mulai dari melancarkan pence
1672581874916_1672582041

Keluarga

Beragam Manfaat Gula Aren Bagi Kesehatan

SIAPBELAJAR.COM - Gula aren yang khas dengan warna cokelat gelap dan rasa manis yang pekat. Berbeda dengan jenis gula lainnya yang terbuat dari tebu, gula aren terbuat dari nira atau cairan sari pati
1669094597266_1669094581

Share and Care

5 Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan

SIAPBELAJAR.COM - Green tea atau teh hijau masih digemari banyak orang sampai saat ini. Bukan hanya diolah menjadi minuman, jenis teh tersebut juga digunakan untuk membuat berbagai macam camilan, s