Hari Jadi Erasmus+ yang Ke-35

Neli Krismawati

Penulis : Neli Krismawati
Editor : Danang Hamid

0

0

Trending
1663812447374_1663812494

Erasmus's Anniversary

SIAPBELAJAR.COM - Program Erasmus+ telah merayakan hari jadinya yang ke-35 pada hari Selasa, 20 September 2022 dengan acara untuk menghormati pencapaian program Uni Eropa sejak didirikan pada tahun 1987.

Menjelang acara tersebut, Komisaris untuk Inovasi, Penelitian, Kebudayaan, Pendidikan dan Kepemudaan, Mariya Gabriel menggambarkan Erasmus+ sebagai kisah sukses Eropa sejati.

Dia pun menambahkan bahwa angka-angka berbicara sendiri karena setiap tahunnya terdapat lebih dari 600.000 orang Eropa mendapat manfaat dari peluang yang ditawarkan program tersebut.

“Sejak didirikan pada tahun 1987, Erasmus+ melahirkan generasi baru orang Eropa yang terdidik, terlatih, berkomitmen dan terhubung di luar batas. Hal itu benar-benar menjadi alasan untuk merayakannya,” tegas Gabriel.

Dalam rilis media yang diterbitkan pada 19 September, Komisi Uni Eropa mengatakan bahwa Komisaris Gabriel akan bertemu dengan 35 peserta Erasmus+ saat ini dan sebelumnya serta perwakilan dari tim pendiri program. Masing-masing dari mereka akan berbagi pengalaman pribadi serta mendiskusikan pencapaian dan tantangan Erasmus+.

The Vice-President for Promoting the European Way of Life, Margaritis Schinas juga mengatakan bahwa Erasmus+ merupakan kisah sukses lama yang telah menawarkan peluang yang mengubah hidup jutaan orang selama 35 tahun.

“Saya tidak bisa memikirkan contoh yang lebih baik dan lebih meyakinkan tentang apa yang dimaksud dengan cara hidup Eropa secara konkret. Saya berharap dapat bertukar pikiran dengan para peserta mengenai pengalaman mereka dan dengan para pendiri program yang menanam benih untuk program hebat ini selama lebih dari tiga dekade lalu,” kata Schinas.

Perubahan dari Tahun ke Tahun

Pada tahun pertama pembuatannya, negara-negara yang berpartisipasi dalam Erasmus+ adalah Belgia, Denmark, Jerman, Yunani, Prancis, Irlandia, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, dan Inggris. Pada tahun itu, hanya 3.244 siswa yang belajar di negara lain melalui program tersebut.

Selama bertahun-tahun, program ini telah mengalami perubahan karena telah dimodernisasi, diperluas dan dibuka untuk negara-negara lain yang bukan bagian darinya pada hari-hari pertamanya. Sejauh ini, Erasmus+ telah melibatkan sebanyak 13 juta orang.

Sekilas Mengenai Erasmus+

Erasmus+ merupakan program Uni Eropa yang dibuat untuk mendukung pendidikan, pelatihan, pemuda dan olahraga Eropa.

Untuk tahun 2021-2027, program Erasmus+ memiliki anggaran sebesar €26,2 miliar  atau sekitar Rp 394,2 triliun, dibandingkan dengan tahun 2014-2020 hanya sebesar €14,7 miliar atau sekitar Rp 217,2 triliun.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1663812447374_1663812494

Trending

Hari Jadi Erasmus+ yang Ke-35

SIAPBELAJAR.COM - Program Erasmus+ telah merayakan hari jadinya yang ke-35 pada hari Selasa, 20 September 2022 dengan acara untuk menghormati pencapaian program Uni Eropa sejak didirikan pada tahun
1662605016830_1662605026

Belajar

59 Siswa Kazakhstan Bergabung dengan Program Erasmus+

SIAPBELAJAR.COM - Gelar Master Bersama Erasmus Mundus atau Erasmus Mundus Joint Master’s Degree (EMJMD) Uni Eropa telah memberikan kesempatan bagi 59 siswa dari Kazakhstan untuk melanjutkan studi
1662434324181_1662434341

Belajar

Siswa Turki Keluar dari Program Erasmus+

SIAPBELAJAR.COM - Siswa dan Guru Turki yang pergi ke luar negeri di bawah Program Mobilitas Erasmus+ meninggalkan program di tengah-tengah untuk menemukan cara untuk tetap tinggal secara permanen d
1662287207511_1662287220

Trending

Tingkat Pengangguran Anak Muda di Uni Eropa

SIAPBELAJAR.COM - Eurostat, kantor statistik Uni Eropa mengungkapkan bahwa sekitar 73% anak muda di Uni Eropa yang berusia antara 15 hingga 29 tahun berada di luar angkatan kerja pada tahun 2021. Ha
1662170655432_1662170665

Belajar

10 Siswa Mongolia Mendapatkan Beasiswa Erasmus+

SIAPBELAJAR.COM - Uni Eropa telah memberikan sepuluh beasiswa penuh kepada siswa muda Mongolia untuk melanjutkan studi mereka selama dua tahun di Uni Eropa di bawah Program Erasmus+.Dalam siaran pe