Topang Kualitas Belajar Siswa Melalui Paguyuban Orang Tua Siswa

oleh -344 views
Topang Kualitas Belajar Siswa Melalui Paguyuban Orang Tua Siswa.(prioritaspendidikan.com)
Topang Kualitas Belajar Siswa Melalui Paguyuban Orang Tua Siswa.(prioritaspendidikan.com)
Topang Kualitas Belajar Siswa Melalui Paguyuban Orang Tua Siswa.(prioritaspendidikan.com)

PERAN serta masyarakat (PSM) dalam pendidikan memberikan dampak signifikan terhadap hasil proses pendidikan. Awal mula pendidikan dimulai dari keluarga sebelum masuk jalur pendidikan formal. Ketika siswa/anak didik telah masuk jalur pendidikan formal bukan berarti tanggung jawab pendidikan sepenuhnya berpindah ke tangan guru/pendidik di sekolah. Peranan orang tua tetap sangat menentukan tingkat perkembangan anak dalam menempuh pendidikan.

Sekolah sebagai salah satu sarana pendidikan formal memerlukan banyak dukungan. Komitmen kepala sekolah dan guru, peran aktif dinas pendidikan atau pengawas sekolah, peran aktif orang tua, dan peran aktif masyarakat sekitar sekolah sangat menentukan kemajuan sekolah.

Menyadari pentingnya keterlibatan unsur-unsur terkait dalam proses pendidikan, SMPN 1 Pagerageung sebagai sekolah mitra USAID PRIORITAS mengembangkan peningkatan peran serta masyarakat melalui pembentukan “paguyuban orang tua siswa (POS).”

POS merupakan wadah partisipasi orang tua siswa (per kelas). Pengurusnya terdiri atas perwakilan orang tua siswa di kelasnya masing-masing yang merupakan kepanjangan tangan dari kepengurusan komite sekolah,” jelas Ishak Mardhika, S.Pd, Wakasek Bidang Humas, di sela-sela kegiatan pertemuan orang tua siswa dalam rangka sosialisasi PSM dalam implementasi kurikulum 2013.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa POS berfungsi antara lain sebagai:

Forum komunikasi wali kelas dengan orang tua siswa.

Sarana silaturahmi/tukar pengalaman antarorang tua siswa.

Memfasilitasi kegiatan belajar siswa di luar jam pelajaran.

Bagi wali kelas, POS dapat dijadikan rujukan penilaian sikap peserta didik.

Sumber belajar alternatif bagi siswa.

Sampai Oktober 2014 di SMPN 1 Pagerageung terbentuk  8 kelompok POS (kelas 8 A-H), dengan jumlah anggota kelompok rata-rata 34 orang.

Manfaat POS sangat dirasakan dalam membantu proses pembelajaran. Sebagai salah satu contoh, POS kelas VIII A, membantu pengadaan ATK guna mendukung proses belajar yang baik. POS kelas VIII A, diketuai oleh Ibu Kokon Koniah S.Pd.I, menyediakan tempat di belakang rumahnya sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar kelompok siswa dan tempat pertemuan orang tua siswa. POS ini juga melakukan pertemuan rutin orang tua siswa dengan agenda membahas perkembangan proses belajar siswa dan upaya mendukung kerja kelompok siswa.

Pertemuan POS menghasilkan antara lain:

Susunan kepengurusan paguyuban orang tua siswa per kelas periode 2014/2015.

Jadwal pertemuan orang tua siswa.

Daftar kelompok belajar siswa yang disusun berdasar domisili.

Jadwal kegiatan diskusi kelompok.

Beberapa orang tua siswa bersedia meminjamkan laptop berikut modem untuk kegiatan kerja kelompok siswa.

Sumbangan orang tua siswa berupa perlengkapan kelas seperti mading kelas, boks alat tulis, dan lain-lain.

Sumbangan dana sukarela untuk kegiatan-kegiatan siswa.

Terbentuknya POS di SMPN 1 Pagerageung memberikan warna baru terhadap proses belajar siswa. Peningkatan partisipasi orang tua siswa terbukti dapat membantu meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri siswa.

“Saya lebih bersemangat belajar atas dorongan orang tua yang aktif membantu sekolah,” kata Neng Riska, siswa kelas VIII. Ia juga mengaku kehadiran dan aktivitas orang tua di sekolah membuat ia merasa nyaman dan bersemangat dalam belajar.

“Awalnya, kami suka malas belajar. Dukungan orang tua membuat kami semangat,” kata Riska lagi.

Pengakuan Neng Riska ini dibuktikan dengan keberhasilannya memperoleh predikat siswa terbaik kelas VIII pada semester 1 2014/2015. Kokon Koniah, S.Pd.I, ketua POS kelas VIII A, merasa bangga bisa ikut terlibat membantu dalam pengeloalan kegiatan belajar anak-anak. “Orang tua mana yang tidak ingin anaknya menjadi yang terbaik di sekolahnya,” katanya. Karena itu, melalui POS, Kokon berusaha memenuhi kebutuhan belajar anak-anak.

“Dengan kegiatan ini, kami merasa lebih dekat dengan guru, terutama dengan wali kelas, dan kami bisa lebih banyak bertukar pikiran untuk kemajuan belajar anak-anak kami,” tambahnya.

Mengingat POS sangat membantu keberhasilan proses pembelajaran di sekolah, para orang tua bertekad terus mengembangkan POS.

“Semua POS di semua kelas terlecut untuk berkompetisi memajukan kelasnya,” kata Drs. Yoyo Yohansyah, M.Pd, kepala SMPN 1 Pagerageung.(prioritaspendidikan.com)

Eet Setiasih. Guru SMPN 1 Pagerageung, Tasikmalaya