Toko Buku yang Mulai Tutup di Indonesia

waktu baca 2 menit
Sabtu, 27 Mei 2023 13:40 0 303 Neli Krismawati

SIAPBELAJAR.COM – Baru-baru ini banyak toko buku di Indonesia yang mulai gulung tikar. Banyak yang mengira bahwa penyebab utamanya adalah masyarakat Indonesia yang dikabarkan kurang memiliki minat untuk membaca. Menurut data Unesco, minat baca masyarakat Indonesia berada di urutan kedua dari bawah dengan persentase hanya sebesar 0,001%. Hal ini berarti lebih dari 1000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca.

Berikut ini merupakan daftar toko buku di Indonesia yang mulai gulung tikar:

  1. Toko Gunung Agung

Toko Buku Gunung Agung dikabarkan akan menutup seluruh gerainya pada akhir tahun 2023. Penutupan ini dilakukan karena perusahaan tidak lagi bisa bertahan dari kerugian yang semakin besar dan terus bertambah tiap bulannya.

  1. Books and Beyond

Books and Beyond menutup secara permanen seluruh cabangnya di akhir Mei 2023 dan kabarnya akan fokus pada penjualan online. Sebelum penutupan dilakukan, toko buku ini mengadakan clearance sale sampai 80%.

Pembuatan Website

  1. Togamas

Toko buku lokal di Solo ini resmi berhenti beroperasi sejak Juli 2022 karena turunnya penjualan akibat pandemi Covid-19

  1. Kinokuya

Jaringan toko buku lokal asal jepang yang berdiri sejak tahun 1927 ini menutup gerainya di Plaza Senayan pada April 2021. Saat ini, hanya tersisa satu outlet di Grand Indonesia.

Penyebab Toko Buku di Indonesia Tutup

Konsultan Bisnis dari Managing Partner Inventure, Yuswo Hady berpendapat bahwa rendahnya literasi di Indonesia tidak berpengaruh terlalu signifikan terhadap tutupnya usaha toko buku. Ia mengatakan bahwa terdapat faktor lain yang menyebabkan banyaknya usaha toko buku tutup. Salah satu yang utama adalah perubahan perilaku konsumen. Berikut ini adalah beberapa penyebab banyak toko buku tutup:

  1. Pembaca beralih ke format digital
  2. Persaingan dengan toko online
  3. Biaya sewa dan operasional tinggi
  4. Perubahan preferensi baca
  5. Pandemi Covid-19

Masalah serupa pernah dialami oleh toko buku asal Amerika Serikat, Barnes and Noble. Toko buku tersebut nyaris gulung tikar karena tidak melakukan inovasi dan tidak menyesuaikan selera konsumen. Namun, toko buku tersebut berhasil bangkit setelah mengubah strateginya dengan membuka toko kecil dan menyesuaikan selera pembaca di setiap tempat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Pembuatan Website
LAINNYA