Tingkatkan Mutu, Rekrut Guru yang Sudah Lulus PPG

Wednesday 09 October 2019 , 7:26 AM

Kemendikbud Siapkan Mekanisme Penilaian Kinerja Guru yang Komprehensif (kemdikbud.go.id)

IKATAN  Guru Indononesia (IGI) meminta pemerintah fokus mempersiapkan pengganti guru pensiun yang tahun ini mencapai 62.759 orang. Yakni, dengan memastikan guru yang direkrut sudah lulus pendidikan profesi guru (PPG). Dengan demikian, upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional bisa terjaga.

Ketua Umum IGI Muhammad Ramli Rahim menegaskan, pemerintah maupun pengelola yayasan pendidikan jangan sembarangan merekrut guru. Calon guru yang direkrut harus sudah memiliki sertifikat profesi guru, bukan merekrut sarjana pendidikan.

“Para sarjana belum bisa bekerja sesuai profesi itu, jika belum mengambil pendidikan profesi guru,” kata Ramli di Jakarta, Selasa 8 Oktober 2019.

Ramli menyatakan, jumlah guru pensiun meningkat setiap tahun. Pada 2020 ada 72.976 guru pensiun, 2021 mencapai 69.757 orang dan 2022 sebanyak 86.650 guru. Pada 2023 sekitar 83.841 dan 2024 guru pensiun mencapai 78.420 orang. “Ini belum termasuk kekurangan guru yang hingga tahun ini tak ada tanda-tanda penyelesaian,” katanya.

Senada dengan IGI, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) juga meminta pemerintah konsisten melakukan rekruitmen calon pegawai negeri sipil untuk guru. Baik itu rekruitmen secara umum atau dengan mengangkat honorer. Pasalnya, sebanyak 441.133 guru akan pensiun dalam 5 tahun ke depan.

Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Unifah Rosyidi menegaskan, di luar yang akan pensiun, jumlah guru memang sudah kurang. Terutama di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Ia mengatakan, persoalan mutu dan jumlah guru harus selesai daam 5 tahun ke depan jika pemerintah ingin meningkatkan mutu pendidikan.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.