Tingkatkan Capaian Belajar, Kemendikbudristek Luncurkan Program Ayo Kursus

oleh -4 views
Ilustrasi

Pandemi memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap sistim pendidikan di Indonesia. Untuk itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), terus berupaya mencari solusi tepat untuk meningkatkan capaian belajar.

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan (DitSuslat) belum lama ini meluncurkan program Ayo Kursus sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kompetensi di tengah pandemi.

banner 728x90

Ayo Kursus terdiri dari dua program, yaitu Program Kecakapan Kerja (PKK) dan Program Kecakapan Wirausaha (PKW). Keduanya bertujuan untuk memberikan peluang kepada para lulusan vokasi yang ingin menambah keterampilan untuk bisa bekerja dan berwirausaha.

Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, mengungkapkan, dalam kondisi pandemi seperti ini banyak peserta didik yang terdampak, salah satunya penurunan capaian belajar dan ancaman putus sekolah. Hal ini kata dia, adalah salah satu tantangan terbesar yang harus segera ditemukan solusinya.

“Dengan semakin membaiknya kondisi negara Indonesia, itu menjadi peluang untuk bangkit dan mengejar ketertinggalan, salah satunya melalui program kursus dan pelatihan,” ujarnya.

Sejalan dengan konsep Merdeka Belajar, program Ayo Kursus kata Nadiem, merupakan upaya Kemendikbudristek untuk menumbuhkan kembali harapan anak-anak yang putus sekolah agar melanjutkan aktivitas belajar mereka.

Program Ayo Kursus yang mengintegrasikan dua program yaitu PKK dan PKW ini adalah wujud inisiatif dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) Kemendikbudristek yang menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi merupakan solusi terbaik yang dimiliki saat ini.

“Maka dari itu perlu adanya dukungan untuk menyosialisasikan prgram ini secara luas dan bergotong royong memperkuat vokasi untuk mewujudkan Indonesia Pulih, Indonesia yang Merdeka Belajar,” tegas Mendikbudristek.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Wikan Sakarinto mengatakan, saat ini terjadi eskalasi pengangguran karena dampak pandemi. Program Ayo Kursus dihadirkan sebagai solusi yang detil dan konkret untuk melakukan aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat peserta didik dalam mewujudkan Merdeka Belajar.

“Ayo kursus sebagai win win solution, yang ditawarkan Ditsuslat. Ayo Kursus juga memberikan kesempatan kepada calon peserta untuk mengikuti kursus latihan selama 100-400 jam pembelajaran dengan bantuan dari pemerintah, dan dengan pilihan jenis keterampilan sesuai dengan kebutuhan dan minat serta konteks daerah masing-masing,” jelas Wikan.

Direktur Kursus dan Pelatihan, Wartanto menegaskan bahwa perlu adanya perlakuan khusus yang dapat membentuk keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. “Melalui Ayo Kursus ini diharapkan bisa mendorong dan mewujudkan gerakan Merdeka Belajar melalui keterampilan tambahan yaitu kecakapan kerja dan kecakapan wirausaha,” harapnya.

Wartanto mengatakan, program Ayo Kursus ini sangat penting dalam upaya memberikan alternatif pembelajaran yang berkualitas pada anak-anak yang membutuhkan. “Jika tahun lalu lembaga khusus yang mencari peserta didik untuk mengikuti PKK dan PKW, sekarang diubah, anak-anak yang membutuhkan kriteria yang sudah ditetapkan, kita tuntaskan untuk kita latih di lembaga-lembaga khusus dalam program ini,” tambah Wartanto.

Sebagai informasi, sasaran Ayo Kursus merupakan anak usia sekolah tidak sekolah, tidak sedang sekolah atau kuliah, tidak sedang bekerja, berusia di bawah 25 tahun, diutamakan bagi pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP), tidak sedang terdaftar sebagai penerima Kartu Pra-Kerja, serta tidak sedang terdaftar sebagai peserta didik PKK dan PKW yang sedang berjalan. Untuk mendaftar bisa mengakses laman https://banper.kemendikbudristek.go.id/ayokursus###