Tiga Masalah Orangtua Saat Mendampingi Anak Selama BDR

oleh -12 views

Ada tiga masalah utama yang dihadapi orangtua dalam mendampingi anak selama belajar dari rumah (BDR) dimasa pandemic Covid-19. Demikian salah satu hasil survei Tanoto Foundation terkait Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) 332 kepala sekolah, 1.368 guru, 2.218 siswa, dan 1.712 orangtua.

Tiga masalah itu, pertama, sebanyak 56 persen orang tua yang jadi responden mengaku kurang sabar dan jenuh menangani kemampuan dan konsentrasi anak yang duduk di bangku SD/MI dan 34% orangtua yang anaknya duduk di bangku SMP/MTs.

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Kedua, orangtua kesulitan menjelaskan materi pelajaran ke anak untuk SD/MI (19%) dan SMP/Mts (28%). Ketiga, orangtua kesulitan memahami materi pelajaran anak untuk SD/MI (15%) dan SMP/Mts (24%).

Merespons hasil survei tersebut, ahli parenting dari Wellness Counselling dan Education Center, Chyntia Pedjokerto, mengatakan, harus ada pengaturan ulang jadwal belajar anak di rumah untuk menyesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini. “Pengaturan jadwal ini sangat penting untuk menciptakan keseimbangan antara orangtua dan anak,” kata Chyntia pada satu kesempatan.

Chyntia menuturkan, dengan memiliki jadwal, orangtua bisa meminta dan menyepakati bersama sekolah untuk mendahulukan mana sistem pembelajaran yang harus diterapkan secara daring (Dalam jaringan atau online) dan luring (luar jaringan atau tatap muka).

Dari jadwal tersebut orangtua dapat menganalisis kembali mana jadwal pembelajaran yang butuh pendampingan dan mandiri. Lewat jadwal belajar anak, orang tua juga dapat mengatur ruangan belajar yang nyaman selama anak di rumah, sehingga pembelajaran dapat berjalan secara efektif.

Harus diingat PJJ biasanya menghabiskan waktu cukup lama, yakin dua atau tiga jam anak harus berhadapan dengan layar gawai. Tentu ini akan membuat mata sangat letih. “Jadwal visual ini akan menolong terjadinya hal-hal yang tidak terprediksi. Membuat segala sesuatu lebih terprediksi. Ini sangat menolong,” ujarnya.

Sementara adanya jadwal belajar, lanjut Chyntia, orangtua bisa memasukkan jadwal-jadwal rutin yang hilang selama pandemi ini. Misalnya, berolahraga dan bersosialisasi dengan tetap mempertahankan protokol kesehatan.

Selain itu, orangtua juga bisa menggantikan jadwal keluarga yang hilang, misalnya dengan memasak bersama atau melakukan kegiatan bersama di rumah untuk mengasah soft skill anak. Dengan begitu, orangtua memiliki waktu berdiskusi dan mendengarkan masalah anak. (kemdikbud)