Tidak Semua Sekolah Gelar UN

oleh -3 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

TERNYATA ada sekolah yang tidak bisa menggelar Ujian Nasional (UN). Di Kota Tasikmalaya, terdapat 10.683 peserta UN tingkat SMA-sederajat. Dari jumlah 95 sekolah, hanya 68 yang melaksanakan Ujian Nasional tahun ini.

“Kenapa tidak semua, karena dari jumlah sekolah ini ada yang bergabung. Bisa karena jumlah siswanya kurang juga belum terakreditasi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Achdiyat Siswandi.
Setiap siswa SMA mengikuti ujian enam mata pelajaran, sementara SMK mengikuti 4 bidang studi. Nilai kelulusan sendiri minimal 55 dan tidak dijadikan menentu.

banner 728x90

“Jadi tahun ini nilai yang mereka dijadikan acuan untuk masuk ke perguruan tinggi. Kelulusan pun ditentukan oleh sekolah masing-masing,” ujarnya.

Kondisi itu pun dialami Kabupaten Sumedang. Ada 14 SMK di Sumedang belum bisa melaksanakan Ujian Nasional mandiri. Alasannya, sekolah ini belum mendapatkan akreditasi atau jumlah siswanya masih kurang dari 20 orang. Mereka lantas melaksanakan UN dengan cara bergabung bersama sekolah lain. Di SMKN 2 Sumedang misalnya, ada tiga SMK yang bergabung melaksanakan UN yaitu SMK Perbankan Syariah, SMK Al-Akrom, dan SMK Mutaalimin.

Sedangkan, peserta UN di Kabupaten Tasikmalaya pada tahun ini diketahui mencapai sekira 16.000 peserta. Rin­cian­nya yakni peserta SMK mencapai 8.179, SMA 3.527, kejar Paket C 1.200 lebih dan Mad­rasah Aliyah 3.000 lebih.

Tahun ini soal memang lebih lama disimpan di Gedung Pramuka, dari biasanya hanya 1 malam kini menjadi 2 malam. Hal itu karena kedatangan soal UN yang lebih cepat dari biasanya. Pe­laksanaan UN tingkat SLTA sen­diri sudah berlangsung sejak Senin (13/4/2015) hingga Rabu (15/4/2015).
Sedangkan peserta UN di Ka­bu­paten Pangandaran atau ma­suk dalam rayon 27, untuk SMK Negeri sebanyak 1154 siswa dan SMK swasta 513 siswa. Se­men­tara siswa SMA Negeri 795 siswa dan Swasta 108 siswa, MA Ne­geri 193 siswa sedangkan swas­tanya 458 siswa.

Dari se­mua itu, jumlah total keseluru­han yang me­ngikuti ujian nasional SMA/MA di Kabupaten Pa­ngandaran sebanyak 3221 siswa.Kepala Dinas Pendidikan Ke­bu­dayaan Pemuda dan Olah Ra­ga Kabupaten Pangandaran, Drs. Sobar Sugema melalui Sekre­ta­risnya yang juga sebagai ketua penyelenggara Drs. H. Tahyo MSi, Minggu, (12/4/2015) mengatakan, pelaksanaan ujian nasional SMA/MA sederajat di Ka­bupaten Pangandaran ber­harap berjalan dengan tertib dan mendapatkan hasil yang baik.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ka­bupaten Ciamis, Toto Mar­woto menyatakan, peserta UN tingkat SLTA tahun 2015 untuk SMA 3.806 orang, SMK 4.909 orang, Madrasah Aliyah 1.931`orang dan Paket C 711 orang.

Dalam pelaksanaan UN, kata Toto, pihaknya berupaya mengantisipasi keamanan soal-soal UN, agar tidak terjadi kebocoran soal. Selain itu, pengamanan UN menjadi pelajaran kepada peserta didik agar tidak menganggap sepele Ujian Nasional. “Soal ter­kunci aman di tiap-tiap titik api soal UN,” jelasnya.
Di Kabupaten Sumedang, UN berlangsung di 94 sekolah, yaitu 25 SMA, 52 SMK dan 17 MA. Pelaksanaan UN ini dibagi menjadi tiga rayon yang masing-masing terbagi menurut jenis sekolahnya.
“Siswa yang mengikuti UN ada 4.002 siswa SMA, 6.215 sis­wa SMK, dan 854 siswa MA 854. Pelaksanaan UN dibagi menjadi tiga sub rayon yaitu Sub Rayon SMA ada di SMA 3 Sumedang, Sub Rayon SMK ada di SMP Pem­bangunan Pertanian Cima­ka­la †dan Sub Rayon MA ada di MAN Cimalaka,” kata Yadi Riya­di Kasi Kurikulum dan Ke­sis­waan saat mendampingi Kun­jungan Wakil Bupati berserta jajaran pejabat di SMKN 2 Su­medang, Senin (13/4/2015).

Yadi mengatakan UN tak lagi menjadi penentu kelulusan. Hal ini menjadi kebijakan pemerintah setelah beberapa tahun lalu banyak siswa yang justru mendapatkan hasil buruk karena mendapatkan tekanan berat dengan mengikuti UN. Selain itu, UN yang menjadi penentu kelulusan memunculkan potensi kecurangan yang dilakukan oknum sekolah.

Kini, para tenaga pendidik dan kependidikan mempersiapkan UN sebaik-baiknya. Ketika tak menjadi persyaratan kelulusan, sekolah justru semakin menyiapkan UN dengan baik karena inilah tahapan yaitu guru menyiapkan siswanya untuk memasuki sekolah yang lebih tinggi. Se­men­tara, untuk menyiapkan ke­lulusan sekolah, guru dan siswa sudah melakukannya sejak awal sekolah.

“Syarat kelulusan itu adalah rata-rata nilai rapot dan rata-rata ujian sekolah, jadi kami sudah menyiapkannya dari dulu dengan terencana dan matang. Kami yakin kelulusan 100 persen di Sumedang. Nah untuk UN saat ini, sekolah menyiapkan siswa untuk mempunyai bekal melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi,” jelas Yadi.

Sementara, Wakil Bupati Su­medang Eka Setiawan berharap semua siswa lulus dan mendapatkan hasil yang terbaik pada saat ujian ini dan secara keseluruhan mendapatkan hasil terbaik selama mereka bersekolah.“Semuanya mendapatkan yang terbaik dengan pelaksa­na­an UN yang lancar tanpa ken­dala apapun,” kata Eka.

UN Aman
Bupati Ciamis H Iing Syam Arifien menegaskan, pelaksa­naa­n Ujian Nasional (UN) tingkat SLTA di Kabupaten Ciamis berjalan aman. Hal tersebut dinyatakan Bupati, saat melakukan peninjauan pelaksanaan UN di beberapa SMA yaitu SMAN 2 Ciamis, SMAN 1 Sindangkasih dan SMAN 1 Cihaurbeuti Senin (13/4/2015).

Dia menegaskan, tidak ada intrik kecurangan apapun pada semua pelaksanaan UN tingkat SMA ini. Maka, dia menghimbau kepada peserta UN agar tidak terbawa oleh issue-issue sms yang memberikan jawaban UN.

“Saya jamin, UN Ciamis steril tidak ada kecurangan dalam pe­laksanaannya,” jelasnya.
Bupati Iing mengaku sangat mengapresiasi proses penyelanggaraan UN di Ciamis yang me­ngacu pada aturan. Selain penjagaan soal UN begitu ketat dengan melibatkan pihak kepolisian, pelaksanaan UN di da­lam kelas juga sangat rapi.(kabar-priangan.com)