Tiap Kampus Bisa Punya Platform Mobil Listrik Sendiri

oleh -27 views
Salah satu mobil listrik karya mahasiswa.(okezone.com)
Arrief Ramdhani
Salah satu mobil listrik karya mahasiswa.(okezone.com)
Salah satu mobil listrik karya mahasiswa.(okezone.com)

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh akan menjadikan platform mobil listrik dari kampus yang memproduksinya berdasarkan versi kampus tersebut. Contohnya, akan ada platform mobil listrik versi ITS, platform mobil listrik versi Universitas Indonesia (UI), platform mobil listrik versi Badan Pengrajin dan Pengkajian Teknologi (BPPT), dan versi-versi lainnya.
“Dari situ kita bisa saling melengkapi di antara versi-versi tersebut, sehingga hasil yang kita dapatkan nanti adalah hasil dari pikiran kita bersama, mana yang paling bagus itulah yang akan kita jadikan sebagai platform mobil listrik Indonesia,” tutur Nuh, di FX Sudirman, Jakarta, Selasa (29/4/2014).

Sekadar informasi, ITS memamerkan empat buah mobil yang terdiri dari dua mobil listrik, satu mobil surya dan satu mobil berbahan bakar minyak.

Hasil karya mobil listrik dari para mahasiswa ITS ini bernama Ezzy ITS I berwarna putih, dengan tahun pembuatan pada awal Januari 2013, dengan maksimal jarak tempuh 130 km, jenis Sporty Hatchback City Car, berkapasitas empat orang termasuk driver, mempunyai daya 50 kw (rated) 100 kw (maks), kecepatan maksimal 200 km per jam, battery LiPoFe4 20 kw, dan charging 10 jam.

Sementara untuk mobil listrik Ezzy ITS II berwarna merah, memiliki jarak tempuh maksimal 130 km, kecepatan maksimal 180 km per jam, memakai baterai LiPoFe4 20 kw, jenis Sporty Hatchback City Car, dengan kapasitas empat orang termasuk driver, memiliki daya 30 kw (rated) dan 60 kw (maks), serta charging 10 jam.

Selain itu, mobil surya yang menggunakan sinar matahari sebagai energinya yang bernama Sapu Angin Surya itu memiliki maksimal jarak tempuh 700 km. Walaupun menggunakan sinar matahari, mobil surya ini tetap menggunakan baterai. Mobil Surya ini pernah mengikuti lomba dari Darwin hingga Adelaide, Australia ini merupakan satu-satunya dari Indonesia.

Kemudian, mobil yang menggunakan BBM yang bernama Lowo Ireng (Kelelawar Hitam) memiliki mesin yang bernama Iquteche Racing dancontrollernya buatan sendiri.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.