Terbitkan Peraturan Bupati untuk Gabung Sekolah Kecil

oleh -9 views
Sejumlah 25 SD negeri di Kabupaten Semarang akan digabung untuk meningkatkan pelayanan pendidikan kepada murid.(prioritaspendidikan.org)
Arrief Ramdhani
Sejumlah 25 SD negeri di Kabupaten Semarang akan digabung untuk meningkatkan pelayanan pendidikan kepada murid.(prioritaspendidikan.org)
Sejumlah 25 SD negeri di Kabupaten Semarang akan digabung untuk meningkatkan pelayanan pendidikan kepada murid.(prioritaspendidikan.org)

SETELAH melakukan pemetaan distribusi  guru di daerahnya, Kabupaten Semarang telah memulai  mengimplementasikan kebijakan dalam penataan dan pemerataan guru. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah menata sekolah kecil melalui penggabungan sekolah dasar negeri yang satu lingkungan sekolah  dan  memiliki jumlah siswa di bawah standar pelayanan minimum. Untuk memperkuat kebijakan ini Bupati Kabupaten Semarang menerbitkan Peraturan Bupati tentang Pedoman Teknis Penggabungan Sekolah Dasar Negeri dan ditandaklanjuti dengan Keputusan Bupati tentang Penggabungan Sekolah Dasar negeri.
”Penggabungan sekolah ini penting untuk dilaksanakan terutama untuk menyelesaikan masalah penataan dan pemerataan guru di Kabupaten Semarang, penataan guru merupakan pintu masuk untuk menata kelembagaan sekolah” kata Bupati Semarang Mundjirin.  Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa menata sekolah merupakan langkah awal  dalam rangka peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh. Agar pelaksanaannya dapat berjalan baik dan diterima masyarakat, dinas pendidikan melakukan sosialisasi dengan mengundang para tokoh masyarakat, kepala desa, camat, kepala sekolah, guru, dan komite sekolah yang sekolahnya akan digabung. Penggabungan sekolah tersebut sebagai langkah efisiensi anggaran dan SDM. Guru dari sekolah yang digabungkan bisa dialihkan untuk sekolah-sekolah yang saat ini kekurangan guru. ”Kepala sekolah yang sekolahnya akan digabung juga jangan serta merta diberhentikan. Perlu dikoordinasikan dengan baik sehingga tidak ada yang dirugikan dalam penggabungan sekolah ini,” pesan bupati.

Tahap awal penggabungan sekolah dilakukan pada sekolah dasar negeri yang satu halaman atau berjarak kurang dari 200m. Pada tahun 2014  Kabupaten Semarang berhasil  melakukan penggabungan 25 SD negeri menjadi 12 SD. Dari penggabungan itu, diharapkan pemangku kepentingan, warga sekolah, dan masyarakat sepaham dan mendukung penggabungan tersebut. Tahap berikutnya, melakukan penggabungan sekolah kecil dengan mempertimbangkan tidak ada hambatan akses anak untuk bersekolah dan ketersediaan sekolah di wilayah tersebut. Kabupaten Semarang tetap memiliki komitmen yang kuat tentang dampak dari penggabungan sekolah, dicontohkan jangan sampai anak menjadi tidak bersekolah akibat adanya penggabungan sekolah. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan peserta didik dan melakukan efektifitas serta efisiensi terhadap keterbatasan jumlah guru. Syarat dan kriteria penggabungan adalah satu kampus dan sekolah kecil. Satu kampus yaitu dua SD atau lebih yang terletak dalam satu lingkungan sekolah. Sekolah kecil yaitu jumlah siswa kurang dari 80 orang. “SDN hasil penggabungan akan dikembangkan oleh dinas pendidikan dan pemerintah daerah. Bentuk pengembangan sekolah meliputi aspek manajemen sekolah, sarana dan prasarana sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan, pembelajaran, dan peserta didik,” tambahnya.(prioritaspendidikan.org)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.