Tekan Perokok Walikota Jadikan Pelajar SD Detektif

oleh -3 views
Arrief Ramdhani
Anak Sekolah
Ilustrasi

PEMERINTAH Kota Sukabumi, Jawa Barat menurunkan puluhan detektif antirokok yang berasal dari kalangan pelajar SD dan SMP untuk menekan jumlah warga yang kecanduan merokok.

“Detektif antirokok ini bertugas untuk mengintai dan memfoto para pecandu rokok yang merokok di sembarang tempat, selain itu mereka juga menegur para pecandu agar menghentikan kebiasaan buruknya tersebut,” kata Wali Kota Sukabumi M Muraz.

Menurut Muraz di Kota Sukabumi jumlah warga yang terpapar asap rokok cukup tinggi, bahkan anak SMP pun sudah ada yang mengisap rokok yang awalnya hanya coba-coba namun lama kelamaan menjadi pecandu dan ini yang membuat prihatin semua kalangan.

“Dengan menghisap rokok sudah dipastikan akan merusak kesehatan, sebab dalam kandungan asap rokok tersebut ada 4 ribu racun,” katanya.

Lebih lanjut, diharap dia dengan adanya detektif antirokok ini para pecandu bisa mengurangi bahkan meninggalkan kebiasaan buruk menghisap hasil pembakaran tembakau itu.

Bahkan, untuk menekan angka pecandu rokok pihaknya juga membuat Peraturan Daerah tahun 2013 tentang Kawasan Bebas Rokok dan ditambah dengan adanya detektif diyakininya pecandu bisa malu karena ditegur secara santun oleh anak sekolah baik SD maupun SMP.

“Ke depannya kami pun akan membuat tempat khusus untuk pecandu rokok yang ruangannya seperti di dalam penjara tetapi tidak menggunakan teralis besi dengan tujuan agar pecandu ini bisa mengurangi dan meninggalkan kebiasaan buruknya yang bisa merusak kesehatannya,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Rita Nenny mengatakan jumlah detektif antirokok yang secara sukarela mendaftar mencapai 50 pelajar ditambah kaum manula mengkampanyekan Kota Sukabumi sebagai kota bebas asap rokok.

Menurut dia detektif anti rokok ini merupakan kegiatan inovatif pihaknya agar generasi penerus tidak terjerat atau kecanduan asap rokok, karena sekali kecanduan sulit untuk menghentikannya. Sebab dalam asap rokok mengandung nikotin yang merupakan candu.

“Para pecandu merasakan nikmat asap rokok itu, padahal mereka tengah menghirup racun yang bisa membahayakan kesehatannya,” kata Rita.(inilahkoran.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.