Tantangan Guru Menghadapi Era 4.0 di Tengah Pandemi Covid-19

oleh -73 views
Penulis: Fawaz Mohamad Irsyad Guru Kimia SMA Muhammadiya Rawa, Tasikmalaya, Jawa Barat

Siapbelajar.com – Saat ini masyarakat di seluruh dunia dihadapkan dengan situasi yang sangat menegangkan akibat adanya wabah covid-19 yang menyerang jutaan manusia.

World Health Organization (WHO) beberapa waktu lalu telah menetapkan wabah covid-19 sebagai pandemi global yang mengancam keselamatan manusia diseluruh dunia,

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Wabah covid-19 telah berhasil melumpuhkan berbagai sektor-sektor kehidupan, seperti sektor industri, sektor ekonomi, dan sektor pendidikan.

Seluruh aktivitas dihentikan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengembalikan tananan kehidupan manusia secara normal.

Bagi sektor pendidikan, wabah ini sangat dirasakan dampaknya pada proses pembelajaran, baik oleh para guru maupun para peserta didik. Pandemi covid-19 memaksa sekolah untuk memindahkan aktivitas pembelajaran siswa di rumahnya masing-masing, serta dilakukan secara daring.

Namun begitu, proses pembelajaran secara daring tak luput dari problematika. Hal tersebut muncul akibat kurangnya keterampilan guru dalam menguasai penggunaan teknologi digital. Harus diakui, tidak semua guru siap dalam mengahadapi proses pembelajaran secara daring.

Survei Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan, 60% guru-guru di Indonesia belum menguasai teknologi dalam proses pembelajaran. Hal ini tentu menghambat aktivitas pembelajaran secara daring yang perlu diterapkan pada situasi saat ini.

Padahal, adanya kebijakan pembelajaran secara daring di satu sisi mendorong para guru untuk bisa memanfatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran yang efektif.

Saat ini manusia telah dihadapkan dengan era revolusi industri 4.0 yang mengharuskan manusia untuk beradaptasi dengan teknologi sebagai bagian dari upaya membangun peradaban. Pendidikan era ini mendorong tenaga pendidik dan siswa melek terhadap teknologi.

Hampir semua sektor kehidupan telah memanfaatkan teknologi sebagai fasilitas untuk mempermudah aktivitas pekerjaan.

Tantangan besar pendidikan saat ini adalah bagaimana meramu suatu konsep pembelajaran untuk mempersiapkan manusia-manusia yang mampu memenangkan persaingan global.

Apabila manusia tidak mampu beradaptasi dengan kecanggihan teknologi, maka bisa saja kekhawitran akan tergantikannya manusia oleh kecerdasar buatan (artificial intelegence) terjadi.

Penggunaan teknologi bukan berarti mengantikan peran guru dengan teknologi digital, tetapi bertujuan untuk memperkuat potensi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sebagaimana disampaikan oleh Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim bahwa teknologi bukan untuk menggantikan peran guru tatapi untuk meningkatkan potensi guru.

Sistem pendidikan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Pembelajaran konvensional yang kurang efektif harus segera dievaluasi oleh setiap guru.

Pembelajaran harus mendorong peserta didik untuk lebih beradaptasi dengan perkembangan zaman. Jangan sampai pendidikan di Indonesia tertinggal oleh negara-negara berkembang lainnya,

Era revolusi industri 4.0 perlu direspon oleh guru-guru dengan mengembangkan kamampuan literasi, diantaranya literasi teknologi, literasi digital dan literasi manusia.

Tantangan besar pada guru adalah pada kemampuan mengintegrasikan teknologi digital sebagai komponen penting dalam proses pembelajaran.

Para guru perlu beradaptasi dengan tuntutan kurikulum pendidikan yang mengalami reformasi sebagai bentuk relevansi kebutuhan dan perkembangan zaman.

Kebijakan work from home (WFH) yang diperpanjang semakin mendorong para guru untuk lebih kreatif dalam pemanfaatan teknologi digital, terutama dalam mengembangkan bahan ajar.

Siswa perlu disajikan bahan ajar yang menarik dan mudah dipahami agar mereka dapat termotivasi untuk tetap mengikuti pembelajaran selama di rumah.

Pendidikan abad 21 perlu mendapat perhatian khusus dari para guru, terutama dalam mengembangkan keterampilan 4C, diantaranya Critical Thingking, Creative Thingking, Comunicative dan Colaborative. Beberapa keterampilan tersebut sudah menjadi suatu kebutuhan guna mempersiapkan manusia yang memiliki SDM unggul.

Kemampuan kolaboratif dan komunikatif dapat diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi digital. Hal itu membantu guru dan peseta didik dalam menciptakan ruang interaksi jarak jauh.

Upaya dalam mengkontruksi pengetahuan siswa menjadi lebih berkembang. Tidak hanya dilakukan di kelas, tetapi juga dapat dilakukan selama di rumah masing-masing.

Hampir seluruh manusia dapat mengakses internet untuk dimanfaatkan dengan beragam kebutuhan, seperti media sosial, search engine, dan sebagainya. Namun pemanfaatan akses internet sebagai kebutuhan dalam pembelajaran nampaknya belum terlalu maksimal.

Saat ini, masih banyak pelajar yang hanya memanfaaatkan akses internet sebatas untuk bersenang-senang seperti bermain medsos dan game.

Secara fundamental hakikat daripada pendidikan adalah memanusiakan manusia. Guru memiliki peran yang sangat sentral dalam membangun peradaban melalui pendidikan.

Dinamika perkembangan zaman perlu dihadapi dengan bijak. Jangan sampai penerapan pembelajaran menghilangkan esensi tujuan pendidikan sebagai proses untuk mencerdaskan bangsa.

Semakin pesatnya perkembangan teknologi seharusnya dapat mendorong para guru dalam meningkatkan kemampuan literasi teknologi digital. Berbagai informasi dan ilmu pengetahuan sangat mudah di akses,

Guru-guru dapat mudah mengapgrade wawasannya agar terus berkembang. Apalagi saat ini pendidikan di Indonesia menerapkan terobosan dengan konsep merdeka berlajar.

Konsep “merdeka belajar” menuntut guru agar lebih meningkatkan wawasannya sehingga dapat melahirkan murid-murid yang berkualitas.

Agar terciptanya hal tersebut, diperlukan suatu inovasi pembelajaran melalui penggunaan teknologi digital sebagai pendukung terbukanya gudang pengetahuan yang dapat digali kapanpun dan dimanapun.

Para guru dan siswa perlu meningkatkan pemanfaatan teknologi digital agar dapat mendorong tercapainya tujuan pendidikan secara efektif. Dengan demikian pendidikan akan melahirkan insan-insan cerdas yang siap menghadapi tantangan era revolusi indutri 4.0.

Penulis: Fawaz Mohamad Irsyad Guru Kimia SMA Muhammadiya Rawa, Tasikmalaya, Jawa Barat