Tahun Depan, 5 Sekolah Laksanakan SMA Terbuka

oleh -73 views
Ilustrasi (sman2purworejo.sch.id)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (sman2purworejo.sch.id)
Ilustrasi (sman2purworejo.sch.id)

PADA tahun ajaran mendatang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyelenggarakan program Sekolah Menengah Jarak Jauh atau Sekolah Terbuka. Namun, untuk tahun ini, baru lima sekolah induk atau pusat yang menyediakan program tersebut.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Menengah (Dikmen) Achmad Jazzidie menyatakan, SMA Terbuka merupakan pendidikan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi. Menurut Jazzidie, pembelajaran online tersebut bahkan menunjukkan kualitas yang tidak kalah baik dengan pendidikan konvensional.

“Penelitian menunjukkan hasil pendidikan online lebih baik daripada pendidikan konvensional. Kalau berjalan dengan baik, semua sarana informasi, ilmu pengetahuan bisa diakses kapan pun dan di mana pun,” tutur Jazzidie, dalam Dialog Interaktif Sekolah Menengah Jarak Jauh dan Tunjangan Guru di fX, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (17/3/2014).

Dia menyebut, pada tahun ajaran 2014-2015 ada lima sekolah induk yang akan membuka yang tersebar di sejumlah lokasi. Kelima sekolah itu akan dihelat di Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Barat,

“Mulai tahun ajaran 2014 akan mulai dioperasikan di lima sekolah pusat yakni di SMAN 1 Kepanjen Malang, SMAN 2 Padalarang, SMAN 1 Gambut, Banjarmasin, SMAN 1 Narmada Mataram, dan SMA 12 Merangin, Jambi. Memang pernah ada SMP Terbuka namun tidak berhasil. Tapi kami belajar,” ungkapnya.

Menurut Jazzidie, pemilihan lima sekolah induk itu bukan tanpa alasan. Kesiapan infrastruktur maupun komitmen sekolah menjadi salah satu faktor Kemendikbud memilih kelima sekolah tersebut.

“Lima titik dulu karena masih terbatas. Kenapa di lima titik? Pertimbangan Angka Partisipasi Kasar (APK) rendah di titik tersebut. Kenapa tidak Papua? Karena di sana ada program Afirmasi Pendidikan Menengah. Ada komitmen dari sekolah induk menjamin keberhasilan SMA terbuka,” kata Jazzidie.

Kemudian, alasan lain, lanjutnya, daerah atau sekolah itu bersedia dan memungkinkan untuk menerapkan tiga moda pembelajaran dalam Sekolah Terbuka tersebut. Pertama dominasi online karena infastruktur memungkinkan. Kedua, balance online dan tatap muka. Ketiga, dominan tatap muka.

“Intinya, kami membuat miniatur di mana ketiga moda tadi bisa terselenggarakan. Persiapan infrastruktur terus dilakukan termasuk penyiapan guru-guru. Pelatihan guru-guru SMA induk terpilih sudah dilakukan. Peran guru IT bisa dimaksimalkan. Guru IT berperan sebagai konsultan,” imbuhnya.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.