Tahun 2015, Seluruh Sekolah di Jabar Gratis

oleh -1 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat memasang target untuk memberlakukan kebijakan sekolah gratis hingga tingkat SMA/SMK/MA di seluruh kabupaten/kota di Jabar 2015 mendatang. Saat ini, sekitar 75 persen di antaranya sudah memberlakukan kebijakan itu.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar Wahyudin Zarkasyih mengakui bahwa dari 27 kabupaten/kota, baru sekitar 20 kabupaten/kota yang memberlakukan kebijakan tersebut.

Kendati belum seluruhnya, namun menurutnya, hal itu menjadi pencapaian prestasi yang luar biasa dari Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

“Menurut saya realisasi janji gubernur itu sudah luar biasa, terlebih di tahun pertama menjabat sudah 75 persen terealisasi,” kata Wahyudin melalui sambungan telepon, Rabu (3/9/2014).

Dia mengatakan bahwa prestasi tersebut tidak lepas dari respon positif dari pemerintah kabupaten/kota terkait kebijakan sekolah gratis itu. Pihaknya optimistis, 2015 mendatang seluruh kabupaten/kota di Jabar akan memberlakukan kebijakan itu.

Kaitannya dengan Kota Bandung yang juga belum memberlakukan kebijakan serupa, Wahyudin mengungkapkan, selama ini, mekanisme pemberian bantuan sekolah di Kota Bandung mengacu pada program Bantuan Wali Kota Khusus (Bawaku) peninggalan pemerintah di era kepemimpinan Wali Kota Bandung Dada Rosada.

Menurutnya, hal itu menjadi penyebab belum berlakunya kebijakan sekolah gratis di Kota Bandung. Namun, pihaknya yakin dalam waktu dekat Kota Bandung pun akan memberlakukan kebijakan sekolah gratis.

“Kebijakannya berbeda dengan daerah lain yang menerapkan sistem pendampingan. Kalau dalam program Bawaku, tidak semua sekolah mendapat bantuan. Tapi katanya, Kota Bandung juga arahnya akan menggratiskan.Tapi mungkin belum ada hitam putih (payung hukum) saja,” tuturnya.

Lebih lanjut Wahyudin menjelaskan, kebijakan sekolah gratis tersebut sebenarnya program pemerintah pusat yang ingin membebaskan biaya pendidikan.

Ada tiga unsur yang akan dibebaskan, yakni biaya investasi seperti penyediaan gedung dan peralatan, biaya operasional sekolah, dan biaya personal seperti bantuan bagi siswa miskin.

“Nah, yang dijanjikan gubernur dalam kampanyenya itu adalah biaya operasional sekolah,” terangnya.

Wahyudin pun mengakui, dana bantuan yang diberikan pemerintah untuk mendukung kebijakan sekolah gratis ini memang masih kurang.

Saat ini, pemerintah pusat hanya memberikan bantuan sebesar Rp1 juta per siswa per tahun. Pemerintah provinsi memberikan bantuan bagi siswa SMA dan MA Negeri sebesar Rp200 ribu dan Rp300 ribu untuk siswa SMK Negeri.

Sedangkan untuk siswa SMA dan MA swasta, masing-masing mendapatkan Rp400 ribu dan SMK swasta Rp600 ribu.

Rencananya, tahun depan pemerintah pusat akan menaikan bantuan menjadi Rp1,5 juta per siswa. Pemerintah provinsi akan mengajukan kenaikan masing-masing Rp100 ribu.

Sebelumnya, massa Gerakan Peduli Pendidikan Kota Bandung menuntut Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher) dan Deddy Mizwar (Demiz) segera menepati janji kampanyenya terkait sekolah gratis hingga tingkat SMA. Tuntutan disampaikan melalui aksi unjukrasa di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.(fokusjabar.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.