Syarat Menjadi Kepala Sekolah: Tidak Merokok

oleh -8 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menginstruksikan kepada seluruh pegawai yang bekerja di bidang pendidikan untuk memberikan contoh yang baik kepada anak didik, salah satunya dengan tidak merokok di lingkungan pendidikan.
“Kita serius mengenai ini, guru pengajar serta kepala sekolah yang punya tugas sama memberikan contoh moral terpuji kepada para siswa,” ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan kepada wartawan seusai memberikan penghargaan kepada Sekolah Sehat Se-Jabar, di Aula Barat, Gedung Sate, Bandung, Jumat (17/04/2015).

Dia menjelaskan, dalam waktu dekat, pengelolaan SMA/SMK akan berada di tangan Pemprov. Dengan demikian, salah satu syarat menjadi kepala sekolah adalah tidak merokok.

banner 728x90

Lebih lanjut dirinya tidak melarang kepala sekolah dan guru untuk merokok asalkan tidak di lingkungan sekolah. Jika perbuatan tersebut dilakukan di lingkungan sekolah maka akan menjadi contoh buruk kepada para siswa.

Menurutnya, larangan merokok ini sebagai bentuk kampanye hidup sehat di Jabar. Pasalnya, tingkat perokok aktif di Tatar Pasundan terus meningkat.

Pihaknya ingin kepala sekolah dan guru-guru menjadi panutan murid. Karena itu merokok jangan dilakukan di lingkungan pendidikan.

“Kalau merokok di depan murid, sementara kita sedang mengkampanyekan hidup bersih dan sehat. Itu kan jadi pertentangan,” ucapnya.

Aher mengingatkan, larangan untuk tidak merokok masuk dalam program Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Jabar. Jika program ini dijalankan secara baik, maka akan berdampak pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jabar yang berkualitas.

“Untuk kampanye PHBS, ada sepuluh poin, salah satunya adalah meninggalkan rokok,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jabar Alma Lucyati mengatakan, sesuai Undang-Undang Kesehatan, dilarang merokok di lingkungan pendidikan. Merokok hanya bisa dilakukan di ruangan khusus untuk merokok.

Dia menjelaskan, asap rokok sangat berbahaya karena di dalamnya terkandung zat-zat berbahaya seperti bahan pembasmi serangga, korek api, cat, dan lain-lain.

“Asap rokok merupakan pembunuh yang tidak terlihat,” ucapnya.

Menurutnya, bahaya merokok akan semakin meningkat jika dilakukan di lingkungan pendidikan. Kesehatan generasi penerus bangsa akan terkontaminasi asap rokok.

Lebih lanjut dituturkannya, lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat strategis untuk mengembangkan pola hidup bersih dan sehat sejak dini.

“Generasi mudah penerus harus kita lindungi, salah satunya dari sisi kesehatan dengan cara tidak merokok,” pungkasnya.(inilahkoran.com)