Subang Kekurangan 3.000 Guru SD

oleh -1 views
Ilustrasi (aryansah.wordpress.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (aryansah.wordpress.com)
Ilustrasi (aryansah.wordpress.com)

KABUPATEN Subang masih mengalami kekurangan 3.000 tenaga guru sekolah dasar yang berstatus Pegawai Negeri Sipil. Namun demikian kondisi tersebut tak mengganggu proses belajar mengajar. Pasalnya kekurangan guru PNS tersebut sementara diisi oleh para guru sukwan.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Engkus Kusdinar, saat dihubungi, Rabu (7/5/2014).

Menurutnya dari total kekurangan guru SD sebanyak 3.000 orang tersebut, perinciannya sebanyak 2.000 orang untuk guru kelas, 500 orang guru agama, dan 500 orang lagi guru pendidikan jasmani dan olah raga.

Dikatakannya, kekurangan guru PNS tersebut terjadi karena Pemkab Subang sejak tahun 2010 lalu tidak ada pengangkat PNS. Padahal setiap tahunnya guru yang memasuki massa pensiun mencapai 300 orang.

“Ya otomatis, banyak yang pensiun tapi tak ada pengangkat PNS lebih dari tiga tahun, jadinya berkurang banyak,” ujarnya.

Dijelaskan Kusdinar, sekolah-sekolah yang masih mengalami kekurangan guru PNS itu kebanyakan lokasinya berada di pelosok, seperti di pesisir Pantai Utara (Pantura).

“Contohnya di SDN Ciasem, rombongan belajarnya enam kelas, tetapi guru PNS nya hanya dua orang, seorang guru dan kepala sekolahnya,” katanya.

Lebih lanjut Kusdinas mengungkapkan kekurangan guru PNS itu tak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Sebab saat ini kekurangannya bisa diisi dengan menggunakan guru sukwan.

Mereka itu diangkat oleh kepala sekolah yang sekolahnya mengalami kekurangan guru, dan honornya menjadi tanggungan sekolah. “Kekurangan terpaksa dengan menggunakan tenaga sukwan, karena tak ada pilihan lain supaya belajar mengajar bisa tetap berjalan,” katanya.

Sementara itu Kepala SDN Pusakamekar Cihambulu Kecamatan Pabuaran, Faturohman mengakui di sekolahnya kekurangan guru PNS. Dari delapan guru yang ada di sekolahnya, empat di antaranya merupakan guru tenaga sukwan semuanya lulusan Sarjana Pendidikan.

“Kami sangat terbantu, adanya guru sukwan ini belajar anak-anak bisa berlangsung normal, tak kebayang kalau mereka tak ada bagaimana belajar anak-anak,” ujarnya.(pikiran-rakyat.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.