Suasana Taman Bacaan Masyarakat Harus Menyenangkan

Saturday 03 January 2015 , 2:41 AM
Tata kelola dana BOS di SMPN 1 Sengkang berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada sekolah.(prioritaspendidikan.org)

Ilustrasi.(prioritaspendidikan.org)

SALAH satu program Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Kemendikbud adalah Program Pendidikan Masyarakat. Kegiatan yang dilakukan dalam menjalankan program ini antara lain adalah Pengembangan Budaya Baca Masyarakat, salah satunya melalui Program Penyediaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Program Pengembangan Budaya Baca terdiri atas empat jenis program, yaitu Sarana Peningkatan Mutu TBM Berbasis Elektronik, TBM Ruang Publik/@Mall, TBM Rintisan dan TBM Penguatan.

Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat Wartanto menegaskan, Kemendikbud terus mengembangkan program TBM. Pada tahun 2014, Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat memberikan bantuan rintisan TBM sebesar masing-masing Rp30 juta untuk 250 lembaga. “Selain itu kami juga memberikan bantuan TBM Penguatan, dan mendirikan TBM di ruang publik, seperti di rumah sakit, dan terminal,” ucapnya.

Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) pun harus mampu menciptakan suasana baca yang mengasyikkan dan menyenangkan. Ketua Forum TBM Provinsi DKI Jakarta, Yopie Dahlan, menilai suasana baca yang menyenangkan di TBM mampu meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung, sekaligus merangsang minat baca masyarakat.

“Minat baca remaja usia 15-25 tahun di Indonesia masih rendah. Butuh upaya bersama untuk terus memopulerkan TBM,” ujar Yopie di Jakarta, beberapa waktu lalu. Pria yang mengelola TBM Bhumi Tridharma Jakarta tersebut menyarankan agar dinding TBM tidak dibuat bersekat-sekat. Ruangan pun agar dibuat terang dan transparan agar pengunjung betah membaca berlama-lama. “Suasana TBM harus mengasyikkan bagi warga belajar yang datang,” ucapnya.

Ia juga mengajak para pengelola TBM agar tidak menggantungkan diri pada bantuan pemerintah. Menurutnya, pengelola justru harus kreatif membangun jejaring dengan perusahaan swasta, lembaga sosial masyarakat, dan lainnya.

“Banyak perusahaan yang menggelar program CSR untuk meningkatkan budaya baca, peluang ini harus mampu diraih oleh rekan-rekan pengelola TBM,” ujarnya. Pria berusia 63 tersebut juga berharap agar pengelola TBM lebih kreatif mengajak masyarakat membaca.

TBM Bhumi Tridharma, misalnya, berupaya meramaikan lembaga tersebut dengan berbagai kegiatan. Yopie menuturkan, pada awal Januari 2015 TBM yang dikelolanya akan menyelenggarakan lomba mewarnai, menggambar, menulis dan membaca puisi. Selain itu, kegiatan tersebut akan disemarakkan dengan lomba permainan tradisional, antara lain congklak, lompat karet, galaksin, egrang, dan balap karung.(kemdikbud.go.id)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.