STAIDA Muhammadiyah Garut Sepakati Pengiriman Mahasiswa ke Thailand

oleh -25 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

SEKOLAH Tinggi Agama Islam Darul Arqam (STAIDA) Muhammaddiyah Garut, tandatangani MoU dengan dua lembaga Integrated Islamic School Network Thailand dan Tsaqofah Islamic Fund Co-op Thailand. Bentuk kerjasama tersebut dalam rangka pengiriman mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Negeri Gajah Putih itu.

Penandatangan MoU dilaksanakan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta bulan Juni 2014. Ketua STAIDA Muhammadiyah Garut Asep Burhan mengatakan, penandatangan MoU ini dilakukan secara bersamaan dengan lembaga yang membidangi pendidikan dan ekonomi itu.

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

“MoU tersebut dihadiri langsung oleh Mr. Rachate Hutsanee, Direktur Integrated Islamic School Network Tahiland dan Mr. Wuthisan J-Sarn, Manager of Tsaqofah Islamic Fund Co-op Thailand,” ujar Asep.

Terjalinnya kerjasama dengan dua lembaga terkenal itu terjalin sejak melakukan penelitian dengan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, terkait pengiriman mahasiswa ke Negara Thailand. Selang beberapa bulan, mereka bertandang ke Indonesia untuk melakukan MoU.

Negara Thailand membutuhkan mahasiswa muslim untuk mengembangkan ilmunya di sejumlah Universitas. Karena selama ini Thailand kerap didatangi kiriman mahasiswa non muslim dari Negara Filipina.

“Mulai tahun depan sebanyak 10 mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Jurusan Ekonomi Syari’ah akan melaksanakan KKN di Negera Thailand selama satu bulan,” terang Asep Burhan.

Dikatakannya, para mahasiswa jurusan PAI nantinya sebagai pengajar di lembaga pendidikan. Sedangkan jurusan Ekonomi Syari’ah akan ditempatkan di lembaga-lembaga keuangan.

Seluruh anak didiknya yang mengikuti KKN akan mendapatkan Living Cost, uang intensif Rp.4.000.000/mahasiswa dan makan ditanggung pihak dua Lembaga tersebut. Sedangkan untuk Paspor dan transport ditanggung STAIDA. Hal tersebut sesuai dalam MoU.

Namun pengiriman alumni untuk bekerja disana, seluruh fasilitas mulai dari transfor, paspor, visa,living cost, makan, dan gaji mereka yang tanggung.

“Kami berharap kerjasama ini bisa dilakukan secara berkesinambungan sehingga anak didik STAIDA Muhammadiyah Garut bisa melaksanakan KKN dan bekerja di Thailand,” pungkas Asep Burhan.(fokusjabar.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.