Sri Fatmawati, Pemenang Kompetisi Peneliti Internasional Diterima Menristek

oleh -3 views
Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kemdikbud Arief Rachman (antaranews.com)
Arrief Ramdhani
Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kemdikbud Arief Rachman (antaranews.com)
Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kemdikbud Arief Rachman (antaranews.com)

SENYUM sumringah mengembang dari wajah Sri Fatmawati (30). Sesekali, dia merapikan jilbab ungu yang dikenakan senada dengan pakaiannya pagi ini. Fatma, begitu dia biasa dipanggil, adalah pemenangInternational Fellowship L’Oreal For Women in Science 2013 di Paris Perancis, 25-29 Maret yang lalu.

Bersama dua perwakilan L’Oreal, dan Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kemdikbud Arief Rachman, Fatma diterima Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta di ruang kerjanya, hari ini, Rabu (10/4).

Pada pertemuan itu, Fatma menjelaskan proposal penelitian yang dimenangkannya. Dia mengungkapkan pemanfaatan kandungan senyawa metabolis dari sponge untuk obat kanker, dan alzhaimer. Sponge itu didapat dari wilayah indopasifik, dan Indonesia.

Fatma pun menuturkan  pengalaman berharganya selama di Perancis. “Di sana masing-masing peserta difasilitasi satu lab tersendiri,” ujar dosen Jurusan Kimia Fakultas MIPA ini.

Hal itu sangat jauh berbeda dengan kenyataan yang dihadapi Fatma saat sehari-hari mengajar. Mahasiswanya sangat sulit untuk mendapatkan alat, dan harus mencari sponsor yang membutuhkan waktu cukup lama. “Ketika alat sudah dipinjamkan, proposalnya sudah keburu publish,” ujarnya.

Arif Rahman menanggapi prestasi Sri Fatmawati di kancah kompetisi internasional sebagai pembuktian atas peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) peneliti Indonesia. Sehingga, iklim sadar meneliti harus terus diciptakan. “Kita harus kembangkan slogan sadar penelitian, supaya SDM peneliti bisa bertumbuh, bermanfaat, dan tidak hijrah ke tempat lain,” tegas Arif.

Hatta menunjukkan dukungannya terhadap prestasi internasional dari dosen ITS tersebut “Saya merasa bangga karena Indonesia kembali mendapatkan penghargaan secara internasional di Paris sebagai peneliti muda,” jelas Hatta

Dia menjelaskan, pemerintah mendukung pertumbuhan penelitian dengan menganggarkan dana tersendiri untuk penelitian. Diantaranya, terdapat di Kemristek, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Di Kemristek, terdapat peningkatan untuk dana penelitian, tahun lalu di bawah 90 m, sekarang sudah 100-an miliar,” tutup Hatta.(kemdiknas.go.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.