SMKN Peternakan Lembang Bangga Miliki Ilmu Berbeda

oleh -58 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
SMKN peternakan lembang
SMKN peternakan lembang

CALON teknisi peternakan, peternak profesional, hingga dokter hewan di berbagai instansi pemerintah maupun swasta, digembleng di sini.

Sejumlah pelajar di pusat kota identik dengan seragam rapi, bersih, wangi, menenteng produk gadget seri terbaru, nongkrong di kafe, atau jalan-jalan di mal seusai jam sekolah. Tapi, gaya hidup seperti itu tidak bakal ditemukan di lingkungan SMK Peternakan Negeri Lembang.

Sehari-hari para siswa di lembaga pendidikan yang dulu bernama Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) SNAKMA Cikole Lembang ini, justru terbiasa masuk keluar kandang hewan ternak.

Bau kotoran hewan ternak, pakaian lapangan kotor terkena lumpur atau pakan ternak sudah menjadi bagian keseharian mereka.

Menariknya, berbagai kondisi tersebut sama sekali tak menyurutkan minat para siswa menimba ilmu tentang peternakan di sekolah ini. Mereka justru bangga bisa menjadi bagian ‘orang-orang yang sedikit’.

“Aku memang bangga bisa sekolah di sini, dengan pola pembelajaran yang berbeda dari sekolah-sekolah pada lain. Asyik sekolahnya, kita bisa benar-benar akrab dengan dunia ternak,” ungkap Virna Fauziah, Selasa (14/3/2014).

Sejak awal, siswa kelas XI Jurusan Ruminansia ini memang bercita-cita menjadi seorang dokter hewan. Menimba ilmu peternakan di sekolah ini membuatnya bisa lebih mengaktualisasikan hobinya dalam beternak.

Siswa lainnya, Rismandika mengatakan semakin yakin dengan bidang pendidikan yang kini ditekuni. Dia optimistis, sekolah dalam bidang peternakan memiliki masa depan cerah.

“Motivasinya ingin mengembangkan peternakan. Aku ingin jadi anak muda yang berbeda. Bidang peternakan ini jarang dilirik anak muda zaman sekarang. Jika aku dan teman-teman ingin mengembangkannya berarti prospeknya bagus,” bebernya.

Pengalaman berbeda dialami Rizal Likokomia, siswa kelas XII Jurusan Ruminansia. Remaja yang pernah menjadi penyiar di salah satu radio besar di Kota Bandung ini awalnya sempat minder ketika bergaul dengan teman-temannya dari sekolah lain, terutama dengan teman-teman yang sekolah di kota.

“Tapi, rasa minder itu akhirnya sirna. Aku bisa tetap jadi penyiar profesional. Malah aku dan teman-teman bisa membuktikan bahwa kami di sini tidak kuper dan tidak gaptek. Buktinya, sekarang kami punya SNAKMA Radio sebagai salah satu ekskul yang tetap eksis,” tuturnya.

Alumni SMK Peternakan Lembang lulusan 2006, Muhammad Lutfi Zakaria mengatakan, selain bidang keilmuwan berbeda, sekolah ini punya satu tradisi yang jarang ditemui di tempat lain, yaitu rasa kekeluargaan. Ini tetap terjaga sejak sekolah ini berdiri 33 tahun lalu.

“Suasana kekeluargaan ini terjalin antara guru, murid, staf sekolah hingga alumni. Namun, tetap profesional dan saling menghargai peranannya masing-masing,” ungkapnya.

Lutfi yang kini menjadi pengajar di sekolah tersebut mengaku, bangga bisa menjadi bagian dari lembaga pendidikan yang mencetak banyak ahli muda di bidang peternakan ini.

“Di Jabar dan bahkan di Indonesia, sekolah seperti ini tergolong langka. Apalagi yang mencetak tenaga berpengalaman dan fokus ke bidang peternakan. Tidak aneh siswa di sini banyak yang berasal dari dari luar Pulau Jawa. Ada yang dari Medan dan Lampung,” ungkapnya.

Prospek sekolah bidang ini, tegas Lutfi sangat bagus, penyerapan tenaga kerja alumninya banyak di mana-mana. Sebagian besar menjadi tenaga teknisi peternakan atau berwirausaha.

Sejumlah alumni angkatan terdahulu juga banyak yang langsung ikut tes dan diterima sebagai PNS. Lainnya, melanjutkan ke perguruan tinggi.(inilahkoran.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.