SMK Perlu Peningkatan Kuantitas dan Kualitas

oleh -1 views
Ilustrasi(pikiran-rakyat.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi(pikiran-rakyat.com)
Ilustrasi(pikiran-rakyat.com)

RASIO perbandingan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) akan dirumuskan kembali. Perumusan rasio SMK:SMA tersebut menjadi salah satu hal yang menjadi fokus dalam grand design pendidikan vokasional yang akan disusun lintas kementerian yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Perekonomian, dan Kementerian Tenaga Kerja.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kemendikbud Mustaghfirin Amin menuturkan, jumlah sekolah SMA saat ini memang masih lebih mendominasi. Yakni dengan rasio SMA: SMK sebanyak 67:33 persen. Dia menjelaskan, target peningkatan jumlah tenaga kerja menengah yang berkualitas juga perlu diiringi dengan peningkatan kualitas dan juga kuantitas SMK itu sendiri.

“Karena kalau bicara ingin meningkatkan SMK, maka rasionya harus diseimbangkan. Harapannya rasionya kedepan SMK lebih mendominasi yakni 60 persen (SMK-red) berbanding 40 persen (SMA-red),” ujarnya di Jakarta, Minggu 26 Juni 2016.

Saat ini upaya perumusan grand design tersebut masih dalam proses. Mustaghfirin mengungkapkan, langkah perumusan menunggu Instruksi Presiden (Inpres) yang formulasinya diharapkan rampung dalam dua bulan mendatang.

Dia menjelaskan, rapat koordinasi tingkat menteri tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasional juga telah dilakukan pada akhir pekan lalu. Rapat tersebut dilakukan di bawah koordinasi Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Setelah Inpres dikeluarkan nanti, menurut Mustaghfirin, pihaknya bersama dengan lintas kementrian tersebut akan segera merampungkan rencana grand design. Dalam perumusan tersebut, juga akan dibahas secara terperinci tahapan yang perlu dilakukan untuk mendorong peningkatan kualitas, dan juga rasio sekolah SMK.(pikiran-rakyat.com)