SMK Membangun Desa

oleh -11 views

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sukanagara berkolaborasi dengan Desa Gunungsari, Kecamatan Sukanagara, Cianjur, Jawa Barat, menciptakan peluang usaha agribisnis melalui program SMK Membangun Desa. Pemberian bibit kopi sebanyak 30.000 pohon kepada masyarakat petani kopi dan penanaman seribu pohon kopi dilakukan untuk melatih siswa-siswi memahami budidaya tanaman kopi.

Penanaman pohon di satu sisi akan mendorong petani kopi lebih bersemangat karena tersedianya tempat untuk membeli hasil panen mereka. Di sisi lain, para lulusan SMK mendapatkan pembelajaran yang utuh mengenai bisnis kopi. “Bagi lulusan SMK sebagai petani milenial akan mendapat pembelajaran tentang bagaimana memanfaatkan peluang bisnis kopi dari hulu ke hilir,” ujar Kepala SMKN 1 Sukanagara, Muhamad Alwi.

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Melalui program SMK Membangun Desa, SMKN 1 Sukanagara berharap dapat mewujudkan visi sebagai sekolah IDAMAN (Inovasi, Dedikasi, Amanah, Mandiri, Aman dan Nyaman) dan menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi masalah pengangguran di Cianjur, khususnya di Sukanagara.

Solusi mengatasi permasalahan bangsa, ujar Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian BBPPMPV Pertanian, Ruli Basuni, dimulai dari desa, untuk itu diperlukan kerja sama. “SMK harus menjadi solusi permasalahan bangsa, karena menyelesaikan masalah itu dimulai dari desa, untuk itulah perlu adanya kerja sama antara pemerintah daerah, SMK, balai dan IDUKA (Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja)” tutur Ruli.

SMK Pertanian dinilai banyak menghasilkan inovasi teknologi yang dapat menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, kompeten, dan berdaya saing di era revolusi industri seperti saat ini. Untuk itu, Ruli mengajak seluruh komponen di jajaran Pemda Cianjur untuk bersinergi dan berkolaborasi memajukan pertanian yang maju, mandiri, dan modern, demi kesejahteraan masyarakat Cianjur.

Dalam mendukung kolaborasi tersebut, BBPPMPV Pertanian berharap dapat menjadi training centre bagi Program SMK Membangun Desa, bekerja sama dengan Direktorat SMK. “Selain menciptakan Link and Match yang membumi, kami juga berupaya untuk terus bersinergi dengan masyarakat petani melalui dukungan utuh pemerintah daerah, terutama Kabupaten Cianjur”, imbuh Koordinator Kemitraan, Pengembangan Inovasi, dan TIK BBPPMPV Pertanian, Iip Ichsanudin.

Program SMK Membangun Desa sendiri merupakan inisiasi Bidang Kemitraan Pengembangan Inovasi dan TIK BBPPMPV Pertanian, sebagai akselerasi dari program Vedca Sapa Desa menuju SMK Membangun Desa. (kemdikbud)