Siswa SMK Sulap E-KTP Jadi Kunci Rumah

oleh -3 views
Seorang siswa memperagakan penggunaan E-KTP sebagai kunci rumah(pikiran-rakyat.com)
Arrief Ramdhani
Seorang siswa memperagakan penggunaan E-KTP sebagai kunci rumah(pikiran-rakyat.com)
Seorang siswa memperagakan penggunaan E-KTP sebagai kunci rumah(pikiran-rakyat.com)

TERINSPIRASI dari kunci kamar hotel yang memakai kartu, siswa SMKN 2 Bandung menciptakan kunci rumah yang menggunakan E-KTP. Karya tersebut diikutsertakan dalam Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) SMK tingkat nasional 2016.

Bahkan, karya itu berhasil masuk 15 besar setelah bersaing dengan dari 500 pendaftar.

Wildan Pangestu dan Ajizah Fathonah adalah dua siswa SMKN 2 Bandung yang tergabung dalam Kelompok Ilmiah Remaja dan Robotika (KIRR). Keduanya merancang “Kunci Rumahku Pakai E-KTP”. Diakui Wildan, ia belum menemukan nama yang tepat untuk produknya tersebut.

Menurut Wildan, teknologi yang dipakai untuk produknya itu terbilang sederhana. Alat itu dipasang di pintu. Hanya E-KTP yang terdaftar dalam alat yang dapat digunakan.

“Kami membatasi hanya sampai 20 E-KTP yang bisa dipakai di satu produk,” ujarnya ketika ditemui di SMKN 8 Bandung, Jalan Kliningan, Kamis 22 September 2016.

Otak dari teknologi tersebut disebut Arduino Uno. Alat itu dihubungkan dengan perangkat lunak open source yang mudah dicari secara bebas. Perangkat lunak itulah yang membaca nomor yang terekam dalam chip E-KTP.

Produk kunci itu juga dilengkapi dengan sistem alarm yang akan menyala ketika E-KTP yang tidak terdaftar digunakan sebagai kunci. “Kami ingin alarm sirine itu terhubung ke petugas keamanan lingkungan rumah sehingga dapat cepat tanggap saat sirine berbunyi,” ujarnya.

Kunci tersebut beroperasi dengan tegangan listrik VDC untuk Arduino Uno 5 volt dan alarm selenoid 12 volt. Selain itu, kunci menggunakan elektrikal selenoid door locker yang kuat dan aman serta menggunakan pembaca RFID tyne RC522 dengan frekuensi 13,56 MHz.

Pengoperasiannya mudah. Cukup dengan mendekatkan E-KTP ke LCD yang dipasang. Pintu dapat terbuka dan pintu akan terkunci otomatis setelah dibiarkan selama 5 detik.

Wildan juga mengharapkan, ke depannya, alat itu dapat menghubungkan kunci pintu ke telepon pintar pemilik rumah. Ia masih merancang inovasi lanjutan dari produknya itu.

Siswa lainnya, Ajizah menyebutkan, biaya alat dan jasa pemasangannya diperkirakan tidak lebih dari Rp 1 juta. Meski demikian, masih ada beberapa hal yang harus diperbarui seperti daya yang masih menggunakan baterai berdaya kecil.

Menurut guru pembimbing, Agus Hendrik, proses seleksi berlangsung sejak Juli 2016. Seleksi cukup berat karena tidak hanya mengirimkan proposal. Ujian tersebut terbayar karena SMK 2 Bandung menjadi satu-satunya perwakilan dari Kota Bandung yang masuk 15 Besar.

Ada 8 karya yang diikutkan lomba. Sebagian karya itu di antaranya bioethanol dari pepaya busuk, lampu tanpa listrik, penjernih air, pengisi daya portabel, pulpen pintar, dan rumah pintar garam. Akan tetapi, yang lolos sampai final adalah produk “Kunci Rumahku Pakai e-KTP”.(pikiran-rakyat.com)