Siswa SMA/SMK Swasta Kab. Bandung Meningkat

oleh -60 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

SITUASI Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kab. Bandung yang relatif kondusif membuat sejumlah SMA dan SMK swasta mengalami kenaikan jumlah siswa. Apalagi sejumlah SMA bekerja sama dengan pihak kecamatan dengan menggratiskan semua biaya sekolah.

Seperti di SMA Muhammadiyah Sayati dan SMK Wirakarya 2 Ciparay yang mengalami kenaikan jumlah calon siswanya. “Alhamdulillah jumlah calon siswa yang mendaftar sudah mencapai 65 orang, padahal tahun lalu kami hanya mendapatkan 40 siswa,” kata Kepala SMA Muhammadiyah Sayati, Iwan Syarif Setiawan, saat dihubungi, Minggu (12/7/2015).

banner 728x90

Lebih jauh Iwan mengatakan, peningkatan jumlah siswa ini salah satunya diakibatkan PPDB Kab. Bandung yang relatif kondusif dibandingkan Kota Bandung. “Setelah ada pengumuman hasil PPDB SMA/SMK negeri, maka para siswa yang tak diterima akan langsung mencari sekolah-sekolah swasta. Namun kami tetap mengimbau kerja sama dengan sekolah-sekolah negeri agar mematuhi Perbup PPDB terutama soal kapasitas daya tampung maksimal sekolah negeri,” ucapnya.

Selain itu, SMA Muhammadiyah juga bekerja sama dengan pihak kecamatan untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar melanjutkan sekolah ke SMA/SMK yang kini baru berkisar 51 persen. “Kami membebaskan biaya kepada lulusan SMP/MTs yang akan masuk ke SMA Muhammadiyah,” katanya.

Sementara Kepala SMK Wirakarya 2 Ciparay, Asep Sugiandi mengatakan, peminat ke SMK masih besar apalagi lulusan SMK Wirakarya 2 saat lulus sudah masuk kerja, padahal belum menerima ijazah. “Jumlah lulusan tahun ini 155 orang, namun jumlah calon siswa sudah 248 orang. Para calon siswa berminat dalam keahlian manajemen pemasaran, administrasi perkantoran, tata boga, farmasi industri. Namun, paling meningkat pendaftarnya adalah administrasi perkantoran,” ujarnya di sela-sela buka bersama SMK Wirakarya 1-2, Sabtu (11/7/2015).

Peningkatan jumlah siswa, kata Asep, juga didukung kebijakan Pemkab Bandung dalam PPDB sehingga sekolah-sekolah swasta tetap mendapatkan tempat dalam aturan PPDB. “Tentu kewajiban sekolah swasta untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan fasilitasnya sehingga menarik bagi masyarakat,” tuturnya.

Dia berharap agar pemerintah tidak memandang sebelah mata atas keberadaan sekolah-sekolah swasta apalagi jumlah sekolah swasta jauh lebih besar daripada sekolah negeri. “Sekolah swasta juga ikut mencerdaskan anak bangsa sehingga harus diperhatikan. Kita berjalan bersama beriringan antara sekolah negeri dan swasta,” pungkasnya.(pikiran-rakyat.com)

 

.