SISWA SMAN 1 CIKATOMAS WAJIB TANAM POHON PISANG

oleh -27 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

BAGAIMANA mengolah hasil pertanian menjadi bahan jadi atau barang setengah jadi menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah yang berada di daerah dengan potensi pertanian berlimpah. Sekolah dituntut untuk mampu mengajarkan siswa untuk dapat mengolah hasil potensi pertanian.

Sehingga siswa yang lulus dari sekolah tidak kesulitan mencari kerja, tetapi tinggal mengembangkan apa yang di­pelajarinya selama berada di sekolah.

Kondisi itu yang saat ini sedang digarap oleh sekolah kelas jauh SMA Negeri 1 Cika­tomas yang ada di Kampung Suniabana, Desa Mulyasari Ke­camatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya.
Kelas jauh tersebut berencana akan membuat pabrik pengolahan hasil pertanian di lingkungan sekolah yang bisa dijadikan sebagai media pembelajaran siswa di bidang produksi secara langsung.
Sebagai langkah awal menuju pembuatan pabrik, siswa kelas jauh tersebut saat ini diwajibkan menanam pohon pi­sang di tanah masing-masing dan juga diwajibkan menanam pisang di lahan dekat sekolah yang disiapkan untuk tempat praktek.

Selain itu siswa juga diwajibkan menanam pohon sirsak dan juga pohon singkong. Se­hingga ketika di tahun ke dua, hasil pertanian yang ditanam itu bisa dipanen dan dijadikan bahan baku pabrik.
“Tahun ajaran baru nanti pabrik akan kami buat di sekolah ini untuk dijadikan bahan pendidikan siswa di sekolah,” kata Penanggungjawab, kelas jauh SMA Negeri Cikatomas, Agus Setiawan Rusadi kemarin.
Kata dia, pabrik yang akan dibangun itu adalah pabrik kecil yang bisa dimanfaatkan sis­wa untuk membuat kripik pisang dan singkong serta dodol sirsak. Ini sengaja dibuat agar siswa mampu mengolah potensi pertanian yang ada di wilayah Suniabana yang memang kaya akan potensi pertanian.
Sejauh ini, potensi itu masih belum tergarap secara optimal dan masih dijual dalam kondisi bahan mentah dan belum menjadi barang jadi atau se­tengah jadi. Sehingga keuntu­ngan yang diperoleh petani masih sangat minim.

Dengan adanya pabrik, sis­wa selain bisa menerima ilmu cara mengelola sebuah perusahaan juga bisa menghasilkan uang dalam waktu cepat. Se­hingga para siswa tidak lagi harus meminta bekal kepada orang tuanya lagi.
Masyarakat, tegas dia sangat mendukung langkah yang akan dilakukan sekolah itu dan terus-terusan memberi semangat ke sekolah untuk se­gera membangun pabrik tersebut.(kabar-priangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.