Siswa SMA Sudah Mampu Buat Robot

Monday 06 October 2014 , 10:23 AM
Ilustrasi

Ilustrasi

DULU, dunia robotika terkesan elite, cuma orangtua dan berotak encer yang bisa membuat robot. Kini, pelajar SMA pun sudah mampu membuat robot sederhana.
Contohnya, Ghenas Daffa dari SMAN 54 Rawabunga, Jakarta Timur. Siswa kelas XI ini bergabung dengan kegiatan ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) di sekolahnya dan belajar menyusun sebuah robot. Bahkan, robot itu mampu menjalankan fungsi sederhana mengangkat dan memindahkan barang ringan.

Ghenas dan teman-temannya membuat robot menggunakan perangkat bernama Lego Mainstorms. Sesuai namanya, Lego, robot-robot ini dibuat dengan cara disusun sedemikian rupa. Lego Mainstorms dilengkapi buku panduan, perangkat robot, mesin, dan semua peralatan yang dibutuhkan untuk membuat suatu robot. Menurut Ghenas, robot buatannya dapat digerakkan dengan operasi menggunakan perangkat aplikasi dari iPod dan ponsel iPhone.

“Mengerjakannya penuh dengan coba-coba, jika salah, maka dirangkai kembali. Robot-robot yang dihasilkan berbentuk kecil seperti tokoh robot Wall-e dalam film kartun,” ujar Ghenas, di Auditorium Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI), baru-baru ini.

Ghenas menyebut, ekskul KIR kini tidak hanya berkutat pada percobaan kimia dan fisika, tetapi juga robotika. Inilah yang menarik minat Ghenas bergabung. Apalagi, kurikulum 2013 menuntut siswa aktif dan kreatif.

“Saya juga tertarik membuat robot karena sadar bahwa di Indonesia tidak banyak ahli dalam bidang robotika,” tutur Ghenas.

Dia pun optimistis, dunia robotika di Indonesia akan berkembang baik. Sebab, teknologi ini membuat tugas manusia menjadi lebih ringan.

Selain Ghenas, Andrian Kendy Junio juga menekuni dunia robotika. Tidak mau ketinggalan, siswa SMAN 1 Budi Utomo Jakarta Pusat, ini juga merakit sebuah robot yang  memiliki fungsi mirip dengan yang dibuat Ghenas.

Di sekolah, kata Andrian, membuat robot menjadi bagian dari mata pelajaran (mapel) Prakarya.

“Kalau dulu di sekolah kita buat prakarya yang berhubungan dengan kesenian, sekarang dalam prakarya kita buat robot. Ini tugas kelas, kami kerjakan sesuai panduan ya kadang kami sering salah, lalu kami mengulang lagi,” cerita Andrian.

Siswa kelas XI IPA itu melanjutkan, membuat robot juga merupakan hal yang baru bagi para pengajar. Oleh karenanya, para pengajar pun sebenarnya ikut belajar bersama siswanya. Andrian dan kawan-kawannya juga perlu trial and error dalam merangkai robot tersebut. Namun, ketika sudah bisa, timnya mampu menyelesaikan pembuatan sebuah robot hanya dalam waktu dua hingga tiga jam.

Baik Ghenas maupun Adrian mengaku, tertarik untuk membuat robot yang lebih rumit dan aplikatif. “Jika difasilitasi dengan prasarana yang mendukung, kami sangat ingin mencoba,” tutur mereka.

Membuat robot sendiri merupakan salah satu kegiatan yang difasilitasi oleh Program Science, Math, Art, Engineering and Technology (SMART) Lab. Ia adalah laboratorium hasil kemitraan USBI dengan USAID.(kampus.okezone.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.