Siswa SD Belum Waktunya Diberi Ponsel Pintar

oleh -12 views
Ilustrasi

TASIKMALAYA – Ponsel atau telepon seluler bukan lagi barang yang mahal. Hampir setiap orang memilikinya. Tak terkecuali anak-anak.

Namun, Hasanudin, Kepala SDN 1 Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, menilai, siswa sekolah dasar belum waktunya diberi ponsel pintar.

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Belum saatnya bagi mereka memiliki alat komunikasi canggih itu.

Ia mengakui, ada dampak positif dari kepemilikan ponsel, namun tak sedikit pula negatifnya.

“Saya rasa kurang cocok apabila anak SD sudah pegang smartphone. Apalagi kalau di dalamnya ada banyak aplikasi yang tidak seharusnya diakses oleh anak kecil,” katanya.

Untuk itu, ia mengimbau agar para orangtua pikir-pikir dulu sebelum memutuskan untuk memberikam fasilitas smartphone kepada anak.

Kalaupun perlu untuk sebatas komunikasi, cukup memberikan ponsel biasa.

Hasan menyebutkan, pengaruh positif dari keberdaaan smartphone memang bisa dirasakan, akan tetapi dampak negatifnyapun banyak.

Mulai dari segi kesehatan sampai mental anak. Dalam smartphone pengguna bisa mengakses berbagai hal.

Ibarat lapangan yang penuh dengan pedagang. Tak ada siapapun yang bisa melarang mereka membeli makanan ataupun minuman yang diinginkan.

Tanpa perlu memikirkan sehat atau tidaknya, ada atau tidaknya dampak terhadap kesehatan. Seperti itulah smartphone.

Penggunanya bisa bebas mengakses internet semaunya. Bahkan game online.

Menurutnya, hal itulah yang bisa berakibat buruk pada siswa.

“Bahayanya itu kalau sudah kecanduan. Yang susah, siapa lagi kalau bukan kita orangtua? Tidak dibelikan kuota, ngambek. Batre habis uring-uringan. Makanya, kalau saya boleh sarankan, lebih baik anak yang masih SD tidak perlulah diberikan smartphone. Lagipula tidak terlalu penting bagi mereka. Cukup diberikan ponsel biasa saja untuk berkomunikasi,” tandasnya. ***