Siswa Inklusi dan ABK Juga Dapat BSM

oleh -5 views
Ilustrasi (www.solopos.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (www.solopos.com)
Ilustrasi (www.solopos.com)

WAKIL Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan (Wamendik), Musliar Kasim, mengatakan, setiap siswa SLB dan siswa inklusi juga akan menerima bantuan siswa miskin (BSM). BSM merupakan salah satu manfaat yang diterima masyarakat akibat pengalihan dan pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM). “Kenaikan BBM itu yang dapat manfaat justru lebih banyak orang miskin. Karena kalau dulu hanya 11 persen masyarakat yang dapat bantuan, sekarang 25 persen orang termiskin di Indonesia yang dapat,” demikian disampaikan Wamendik saat pendeklarasian Kabupaten Bandung sebagai kabupaten pendidikan inklusif di Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (22/6).

Sebelum pengalihan subsidi BBM dilakukan, anak bekebutuhan khusus (ABK) dan siswa inklusi telah mendapat bantuan operasional sebesar Rp 1.150.000 per anak per tahun di semua jenjang pendidikan dasar. Setelah mendapat BSM, masing-masing anak akan mendapat jumlah yang berbeda sesuai jenjangnya. Dan sama seperti anak reguler lainnya, siswa inklusi dan ABK juga mendapat tambahan manfaat Rp 200.000 untuk kebutuhan personalnya.Penyaluran BSM baik siswa reguler maupun inklusi dan ABK dilakukan dua tahap. Untuk siswa inklusi dan ABK jenjang SD, total bantuan yang diterima ditambah BSM setahun adalah sebesar Rp 1.800.000 .

Di semester pertama, siswa akan mendapat bantuan sebesar Rp 1.575.000, yang berasal dari bantuan operasional Rp 1.150.000 ditambah manfaat untuk kebutuhan personal Rp 200.000 dan ditambah setengah dari BSM SD Rp 225.000. Dan di semester kedua, siswa akan menerima setengah lagi dari BSM yang belum diterima, sebesar Rp 225.000.Sama dengan siswa SD, bagi siswa inklusi dan ABK jenjang SMP, total bantuan yang akan diterima setahun sebesar Rp 2.100.000.

Di semester pertama mereka akan mendapat bantuan sebesar Rp 1.725.000. Sisanya sebesar Rp 375.000 akan dibayar di semester kedua. Musliar mengatakan, dengan adanya bantuan bagi siswa inklusi dan ABK ini diharapkan orang tua tidak lagi malu mengirimkan anak-anak berkebutuhan khususnya ke sekolah. Karena pada dasarnya pendidikan merupakan hak setiap warga negara. “Jadi harusnya tidak ada lagi orang tua yang malu mengirimkan anak-anak nya ke sekolah. Bantuan ini untuk semua sekolah, baik negeri, swasta dan madrasah juga,” katanya.(kemdiknas.go.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.