Siswa Bebas Pilih Mapel Pilihan UN 2017, Apa Untungnya?

Monday 16 January 2017 , 10:25 AM
Ilustrasi

Ilustrasi

DINAS Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY memberikan penekanan terkait konsep Ujian Nasional (UN) yang memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih satu mata pelajaran pilihan. Para siswa diharapkan memberikan pilihan mata pelajaran yang diinginkan dalam UN paling lambat dua pekan sebelum pelaksanaan ujian berlangsung.

Kepala Disdikpora DIY, Baskara Aji, mengingatkan, kebijakan bebas pilih mata pelajaran (mapel) itu tidak perlu dirisaukan. Diberlakukannya kebijakan khusus untuk siswa pendidikan menengah  tersebut justru akan lebih menguntungkan siswa.

”Mapel yang bebas dipilih untuk UN tidak ada masalah. Siswa justru diuntungkan karena bisa memilih satu dari tiga mapel yang paling dikuasai agar hasil nilainya juga bisa bagus,” katanya seperti mengutip Harian Jogja, Senin (16/1/2017).

Menurut Aji, daftar pilihan mapel siswa akan dikumpulkan sekolah yang kemudian akan disetorkan ke pusat. Pada waktu mengunduh soal nanti, daftar pilihan mapel itulah yang akan jadi pedoman terkait berapa siswa yang memilih mapel apa.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, UN di DIY akan dilakukan 100% berbasis komputer, sehingga soal-soal ujian didapat dengan cara mengunduh soal dari server pusat milik Kemendikbud.

Terkait kebijakan pilih sendiri mapel, siswa SMA bebas memilih satu mapel sesuai dengan jurusannya untuk melengkapi tiga mapel wajib dalam UN. Mapel wajib tersebut ialah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika.

Untuk mapel bebas pilih, siswa jurusan IPA memilih satu dari Kimia, Biologi atau Fisika. Siswa IPS memilih antara Geografi, Sosiologi atau Ekonomi. Dan jurusan Bahasa pilihannya Sastra Indonesia, Antropologi, dan bahasa asing.

Terpisah, Wakil Kepala SMA Negeri 2 Jogja Bidang Kurikulum Jumadi mengatakan, pihaknya telah mengedarkan surat dan blangko pada para siswa terkait mapel yang akan mereka pilih untuk UN. Pihak sekolah kemudian memberikan waktu pada siswa untuk menentukan pilihan.

”Blangko tersebut kami bagikan untuk dibawa pulang oleh siswa. Siswa kami minta mendiskusikan pilihannya dengan orang tua masing-masing karena ini juga pilihan yang penting. Pada blanko juga kami sertakan keharusan pernyataan orang tua dengan pilihan anak. Pengumpulannya sendiri dalam waktu dekat akan kami lakukan,” ucapnya.(news.okezone.com)

Comments are closed.