Sistem Cluster Sekolah tidak Akan Diterapkan di Kabupaten Bandung

oleh -8 views
Ilustrasi PPDB
Arrief Ramdhani
Ilustrasi PPDB
Ilustrasi PPDB

SISTEM cluster sekolah tidak akan diterapkan di Kabupaten Bandung pada Penerimaan Peserta Didik Baru 2014/2015 nanti. Para siswa dibebaskan memilih sekolah terbaik di daerahnya masing-masing.

Kepala Bidang SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, Marlan Nirsyamsu menuturkan, sistem cluster sekolah tidak diterapkan lantaran alasan geografis.

Luasnya wilayah Kabupaten Bandung, menurut dia, tidak memungkinkan untuk diterapkannya sekolah berbasis cluster atau kawasan tersebut.

Dalam sistem cluster, sejumlah sekolah dibagi menjadi beberapa kawasan berdasarkan kualitasnya. Dengan sistem tersebut, para siswa hanya dibolehkan memilih sekolah yang berada dalam satu cluster.

“Jika ada sistem cluster, nanti siswa yang berasal dari Pangalengan dan diterima di sekolah favorit di Baleendah misalnya, akan terkendala jarak. Jadi, sistem cluster itu tidak mungkin diterapkan,” katanya di Soreang, Kamis (8/5/2014).

Dengan kondisi itu, Marlan mengungkapkan, para siswa bebas memilih sekolah terdekat yang dinilai berkualitas baik. Menurut dia, kurikulum di semua sekolah baik negeri maupun swasta sudah seragam, sehingga siswa bisa bersekolah di mana saja.

Marlan juga mengaku terus menyosialisasikan hal itu kepada masyarakat yang saat ini masih menilai sekolah negeri lebih baik. Sekolah swasta, menurut dia, juga banyak yang berkualitas bahkan melebihi sekolah negeri.

“Sejauh ini, masyarakat masih memilih sekolah favorit, seperti di SMAN 1 Margahayu, SMAN 1 Baleendah, dan SMAN Katapang. Padahal, sekolah-sekolah lainnya juga memiliki keunggulan tersendiri. Para gurunya pun banyak yang sudah memiliki sertifikasi,” tuturnya.

Saat ini, Jumlah SMA dan SMK di Kabupaten Bandung sekitar 200 unit, terdiri atas 18 SMA Negeri dan 8 SMK Negeri. Sisanya, sekolah swasta.(pikiran-rakyat.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.