,

Siaran Webinar Pembelajaran Daring untuk Sekolah Pedesaan Tembus 4000 Lebih Viewers

oleh -21 views
Tembus 4000 viewers - Siaran webinar manajemen pembelajaran daring untuk sekolah pedesaan tembus 4000 viewers lebih di Channel YouTube Tanoto Foundation.

SIAPBELAJAR.COM, – Sampai tanggal 27 Mei 2020, siaran webinar pembelajaran daring untuk sekolah pedesaan telah ditonton sebanyak 4.045 viewers di channel YouTube Tanoto Foundation dengan topik Manajemen Pembelajaran Daring untuk Sekolah Pedesaan.

Dalam kesempatan tersebut, Golda Grace Eva Simatupang selaku Koordinator Pelatihan dan Pembelajaran Guru Program PINTAR Tanoto Foundation dan Kiswanto Guru SDN 169/V Cinta Damai Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi menjadi narasumber.

Acara yang dilaksanakan pada Selasa 12 Mei 2020 diikuti guru, kepala sekolah, pengawas, dosen, mahasiswa calon guru, pemangku kepentingan pendidikan, orangtua siswa, dan pegiat pendidikan.

Sangat disadari bahwa pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi Covid-19 ini mengalami banyak kendala seperti tidak tersedianya perangkat yang mendukung, tidak ada sinyal, tidak ada kuota, dan lain sebagainya. Kendala tersebut hendaknya jangan membuat guru menyerah dalam memberikan hak siswa untuk mendapatkan pembelajaran yang bermakna.

Setelah diumumkan siswa harus belajar dari rumah untuk mencegah penularan Covid-19, Kiswanto memulai pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan memanfaatkan WA group paguyuban kelas. Ia menyadari pembelajaran daring ini memerlukan dukungan orangtua.

“Yang saya prioritaskan pertama adalah berkomunikasi dan meyakinkan orangtua siswa untuk mendukung kebutuhan belajar dari rumah bagi anak-anaknya,” urai Kiswanto, Rabu, (27/5/2020).

Mengelola PJJ dengan MAU

Upaya yang dilakukan oleh Kiswanto, menurut Golda Eva Grace Simatupang, Koordinator Pelatihan dan Pembelajaran Guru Program PINTAR Tanoto Foundation, merupakan praktik baik dalam mengelola pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Walaupun berada di daerah pedesaan, Pak Kiswanto berhasil mengelola PJJ  dengan prinsip MAU yaitu Mengkondisikan, Aktifkan, dan Umpan Balik. Orangtua dan siswa di awal sudah dikondisikan untuk siap mengikuti PJJ. Siswa juga difasilitasi untuk belajar aktif dalam PJJ. Ada umpan balik dari guru, orangtua, dan siswa untuk terjadinya proses perbaikan belajar dari rumah,” kata Golda yang juga menjadi pembicara dalam webinar tersebut.

Yang juga bisa dipetik dari pengalaman Kiswanto, menurut Golda PJJ bisa dilakukan walaupun guru baru belajar menggunakan perangkat teknologi.

“Pak Kiswanto dari belajar otodidak, ternyata bisa menggunakan aplikasi pembelajaran. Siswa yang tidak bisa mengakses internet, juga bisa difasilitasi untuk belajar aktif dan mendorong kecakapan hidup siswa melalui LKPD yang dibuat sendiri oleh guru. Praktik baik ini perlu dicontoh,” pungkas Golda.

Bagi yang tidak mengikuti webinar secara langsung, jangan khawatir, masih dapat melihat webinar pembelajaran daring di sekolah pedesaan tersebut melalui link YouTube berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=oG676GOjMF0&t=12s