Si CePad, Inovasi Unpad Cegah Penyebaran Covid-19

oleh -55 views
Direktur Inovasi dan Korporasi Unpad, Diana Sari, S.E., M.Mgt., Ph.D., memperlihatkan Alat Tes Cepat Buatan UNPAD seusai acara Launching Media Center sekaligus pengenalan Si CePAD dan Launching IKA UNPAD Card di Gedung Sekretariat IKA Unpad, Jl. Singaperbangsa, Bandung, Sabtu (9/1/2021).

BANDUNG, Sapbelajar.com–Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung mendukung Alat Deteksi Cepat Buatan Unpad (Si CePad), inovasi Unpad dalam mencegah penyebaran Virus Corona-19 atau Covid-19. Si CePad mendeteksi molekul antigen sehingga lebih cepat mengidentifikasikan keberadaan virus pada tubuh tanpa harus menunggu pembentukan antibodi

“Sebagai alumni, tentu kami bangga dengan inovasi almamater dalam membantu negara mengatasi penyebaran Covid-19. Si CePAD adalah alat deteksi antigen produksi Unpad. Dengan adanya inovasi ini semakin menguatkan peran Unpad sebagai lembaga pendidikan yang terus berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi pandemi,” ungkap  Ketua IKA Unpad, Irawati Hermawan  pada acara Launching Media Center IKA Unpad di Sekretariat IKA UNPAD Jl. Singaperbangsa -Bandung, Sabtu (9/1/2021).

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Menurut Irawati, Si CePad berbeda dengan alat deteksi cepat konvensional yang mendeteksi molekul antibodi. Si CePad mendeteksi molekul antigen sehingga lebih cepat mengidentifikasikan keberadaan virus pada tubuh tanpa harus menunggu pembentukan antibodi. Si CePad diproduksi oleh mitra industri Tim Peneliti Diagnostik Covid-19 Unpad, yaitu PT. Pakar Biomedika Indonesia.

Alat ini sudah mendapatkan rekomendasi dari WHO dan Perhimpunan Patologi Klinis Indonesia serta telah diizinkan untuk beredar oleh Kementrian Kesehatan sejak 4 November 2020.Sebagai bagian dari kegiatan Bakti Inovasi, pada Desember 2020, Kemenristek sudah membeli alat ini sebanyak 3,000 kit dan didistribusikan kepada RS Hasan Sadikin, Bandung dan RS Pendidikan Unpad. Saat ini akan diproduksi massal untuk penggunaan di Jawa Barat.

“Si CePad adalah inovasi anak negeri dengan akurasi 84% melebihi standar WHO. Selain tingkat akurasi yang tinggi, secara harga pun jauh lebih murah dibanding dengan alat PCR import yang saat ini digunakan. Harga eceran Si CePad adalah Rp 120.000,” tambah Irawati. Berkaitan dengan dibukanya Media Center IKA Unpad, ia berharap akan menjadi tempat untuk menjembatani komunikasi antara pengurus IKA Unpad dengan media dalam memberikan informasi kepada publik.

“IKA Unpad akan terus berupaya dan bersinergi dengan Unpad dan juga berbagai pihak dalam membangun negeri. Untuk itu, kami berharap agar sinergi dan kolaborasi dengan media terus terjalin sehingga akan bersama memberikan manfaat untuk bersama-sama memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa” tambah Irawati.***