5 Rekomendasi Makanan untuk Pengidap Anemia

Neli Krismawati

Penulis : Neli Krismawati
Editor : Neli Krismawati

0

0

Share and Care
1664165195937_1664165201

Makanan untuk Pengidap Anemia

SIAPBELAJAR.COM - Anemia merupakan kondisi kekurangan sel darah merah dalam tubuh. Hal ini bisa terjadi karena berbagai penyebab dan yang paling umum adalah akibat kekurangan atau defisiensi zat besi. 

Saat tubuh kekurangan zat besi, maka produksi hemoglobin pun akan ikut menurun. Hemoglobin memiliki peran yang penting bagi tubuh untuk membantu mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Sahabat siapbelajar, jika kalian mengidap anemia maka sebaiknya kalian mengonsumsi makanan tinggi zat besi ini agar jumlah sel darah merah semakin bertambah. 

Berikut ini 5 rekomendasi makanan yang baik dikonsumsi untuk pengidap anemia:

1. Daging Merah

Daging merah kaya akan vitamin B12 yang baik untuk pembentukan hemoglobin. Namun, akan lebih baik jika daging merah yang dikonsumsi merupakan daging tanpa lemak atau mengandung sedikit lemak.

Pastikan untuk mengolah daging merah dengan benar agar tidak menghilangkan nutrisi-nutrisi yang ada di dalamnya. Jangan lupa untuk membersihkan daging sebelum dimasak dan pastikan dimasak sampai benar-benar matang.

2. Bayam

Salah satu sayuran penambah darah yang baik dikonsumsi oleh penderita anemia adalah bayam. Di dalam 1 mangkuk bayam atau sekitar 180 gram, terkandung sekitar 6,5 mg zat besi. Tidak hanya itu saja, bayam juga mengandung kalsium, serat, protein serta vitamin A dan vitamin E.

Agar nutrisi dalam bayam dapat dimanfaatkan oleh tubuh secara optimal, kalian perlu memperhatikan cara mengolah bayam yang benar. Pastikan memilih bayam yang segar dan memasaknya dahulu agar lebih mudah diserap oleh tubuh.

3. Brokoli

Brokoli juga termasuk ke dalam daftar sayuran penambah darah. Di dalam 1 porsi brokoli matang atau setara dengan 150 gram, terdapat 1 mg zat besi. Selain zat besi, brokoli juga mengandung vitamin C tinggi yang dibutuhkan tubuh untuk membantu penyerapan zat besi.

4. Telur

Telur adalah bahan makanan yang sangat mudah dicari. Satu butir telur ternyata mengandung 1.02 miligram zat besi. Telur juga ampuh untuk mengurangi gejala anemia.

Tidak hanya mengandung zat besi, telur juga terkenal dengan kandungan proteinnya yang tinggi serta antioksidan yang memiliki peran untuk menangkal radikal bebas.

Telur juga mudah diolah menjadi berbagai menu masakan. Namun, alangkah lebih baik jika dikonsumsi dengan cara direbus, bukan digoreng.

5. Tomat

Tidak hanya sayuran hijau saja yang memiliki manfaat zat besi, tomat juga mengandung zat besi yang cukup tinggi, yaitu sekitar 3,39 miligram setiap satu cangkirnya.

Fakta lainnya, tomat juga berperan untuk meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi. Hal tersebut dikarenakan tomat mengandung banyak vitamin C dan likopen yang bekerja efektif dalam mempercepat penyerapan zat besi.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1669094597266_1669094581

Share and Care

5 Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan

SIAPBELAJAR.COM - Green tea atau teh hijau masih digemari banyak orang sampai saat ini. Bukan hanya diolah menjadi minuman, jenis teh tersebut juga digunakan untuk membuat berbagai macam camilan, s
1667883223354_1667883235

Trending

Lonjakan Kasus Flu di Amerika Serikat

SIAPBELAJAR.COM - Penerimaan pasien di rumah sakit influenza Amerika Serikat telah mencapai tingkat tertinggi dalam satu dekade karena tingkat vaksinasi yang menurun.Para pejabat Amerika Serikat me
1667229420936_1667229512

Keluarga

Gejala Keracunan Makanan

SIAPBELAJAR.COM - Keracunan makanan adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya mual, muntah, atau diare setelah mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi. Kontaminasi tersebut dapat disebabkan
1666513434048_1666513444

Share and Care

4 Manfaat Donor Darah untuk Kesehatan

SIAPBELAJAR.COM - Darah merupakan salah satu komponen terpenting dalam tubuh manusia. Keputusan untuk menyumbangkan darah melalui donor darah dapat menyelamatkan satu kehidupan atau bahkan beberapa
1666250577241_1666250594

Trending

Waspada! Gangguan Ginjal Akut pada Anak Meningkat

Siap Belajar - Sejak akhir Agustus 2022, Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menerima laporan peningkatan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/Acute Kidney